Intro: G
G C
Andai saja kau masih sendiri
. D
Ku akan jadi bagian
. G
Hidupmu
. G C D
Karena aku pun kini sendiri… Sendiri…
. G C
Yang sesungguhnya kau telah berdua
. D G
Bahagia dengan dirinya
.G C D
Aku hanya bisa bersedih… Bersedih…
Reff:
.G C
Andai saja aku jadi milikmu
. D
Andai saja kau pun mencintaiku
.Em Am C D
Ku kan akhiri kesendirianku… Ini
.G C
Yang sesungguhnya kau telah berdua
. D G
Bahagia dengan dirinya
.G C D
Aku hanya bisa bersedih… Bersedih…
Interlude: G C D G Em Am C D (2x)
G C
Andai saja aku jadi milikmu
. D
Andai saja kau pun mencintaiku
.Em Am C D
Ku kan akhiri kesendirianku… Ini
.G C
Andai saja kamu putus dengannya
. D G
andai saja kau akhiri dengannya
. Em Am
Ku kan gantikan dirinya untukmu
.C D
Jadi kekasihmu
.G C
Andai saja aku masih sendiri
. D G
Andai saja kau pun mencintaiku
. Em Am
Ku kan gantikan dirinya untukmu
. C D
jadi kekasihmu
Coda: G
Tuesday, 8 December 2015
Sunday, 6 December 2015
lirik dan cord lagu Dewa 19 – Lagu Cinta
Dewa 19 – Lagu Cinta
D C G D
Aku jatuh cinta,’tuk kesekian kali
Em D C D C
Baru kali ini ku rasakan cinta sesungguhnya,
G D
tak seperti dulu
Em D C D
kali ini ada pengorbanan
[Reff]
D Dm Am G D
Cinta bukan sekedar kata-kata indah
D Dm Am G D C
cinta bukan sekedar buaian belaian peraduan
D C G D
Samudera cinta dari palung hati
Em D C
tak terukur dalamnya
D C
Hingga saat perpisahan tiba
G D
mengundang air mata
Em D C D
atau hanya secuil penyesalan
Back to [Reff]
[*]
D C
Cinta adalah ruang dan waktu
G D
datang dan menghilang
Em D C D
semua karunia sang pencipta
[Intro] D C D C F G F G
D C
Mungkinkah kau sedang menatap bulan
D C
Bulan sabit yang sedang kupandangi
F G
mungkinkah kamu menangis
F G
diatas bintang khayalku
[Int] D C D G D Em D C
Back to [Reff]
D C
Maafkanlah cinta
G D
atas kabut jiwa
Em D C D
yang menutupi pandangan kalbu
Back to [reff], [*]
[Coda] C
Konser Reuni Dewa 19 Panaskan Kota Malang
Konser Reuni Dewa 19 Panaskan Kota Malang
Baladewa kota Malang baru saja melepas kangen dengan band idola mereka, Dewa 19 pada tanggal 17/12/2014. Ya, Ahmad Dhani cs baru saja menggelar konser reuni di kota apel tersebut.
Dalam konser tersebut Dewa 19 hadir dengan formasi vokalis lawas mereka yakni Ari Lasso. Kolaborasi mereka berhasil menyihir para penggemar band yang dikenal dengan lirik-lirik lagunya yang romantis ini.
Konser itu sendiri dilaksanan di Graha Cakrawala kota Malang. Meskipun sudah cukup lama tidak tampil satu panggung, penampilan Ari Lasso dan Dewa 19 malam itu benar-benar membuat penonton terkesima
Lagu-lagu lawas Dewa 19 dibawakan dengan sangat baik oleh Ari Lasso baik yang bernuansa rock maupun yang mellow.
Beberapa lagu yang dibawakan pada konser tersebut antara lain Roman Picisan, Kangen, Kamulah Satu-satunya dan masih banyak lagi.
Diatas panggung, Ari sesekali melemparkan candaan kepada Dhani yang disambut tawa meriah penggemar
Di konser tersebut Dewa 19 tidak sendirian.
Musikimia — yang berisikan personel Padi minus Piyu — juga turut meramaikan konser tersebut
Dewa 19 sendiri sejatinya sudah bubar tahun 2011 lalu. Namun, mereka masih tetap menerima permintaan untuk manggung jika memang memungkingkan. Ketika manggung mereka menggunakan konsep reuni
lirik dan cord lagu Sheila on 7 – Kita
Sheila on 7 – Kita
[Intro] C Em Dm G
C
Disaat kita bersama
E7 Dm
Diwaktu kita tertawa, menangis
. G C F G
Merenung oleh cinta
C
Kau coba hapuskan rasa
E7
Rasa dimana kau melayang
. Dm G C
Jauh dari jiwaku juga mimpiku
Dm
Biarlah, biarlah
. C
Hariku dan harimu
Em Bb
Terbelenggu satu
G
Oleh ucapan manismu
[reff]
. F C
Dan kau bisikan kata cinta
. Dm Am
Kau t’lah percikan rasa sayang
. F C
Pastikan kita seirama
. Dm Am
Walau terikat rasa hina
C Em Dm G
C
Sekilas kau tampak layu
E7 Dm
Jika kau rindukan gelak tawa yang
. G C
Warnai lembar jalan kita
Dm
Reguk dan teguklah
. C
Mimpiku dan mimpimu
Em Bb
Terbelenggu satu
. G
Oleh ucapan janjimu
Kembali ke [reff]
F C Dm Am 2x
lirik dan cord lagu Sheila on 7 – Musim Yang Baik
Sheila on 7 – Musim Yang Baik
A
uuu huuu ku berjalan sangat jauh
A
uuu huuu tak temukan yang ku mau
A
tapi dia tak menyerah menungguku
A
dan akhirnya aku pulang ke pelukannya
A E F#m
ku cari dan terus ku cari
. E D A
ternyata dia tumbuh mekar di dekatku
A E F#m
selama ini dan selama ini
. E D A
ternyata doanyalah yang melindungiku
A
uuu huuu musim kan berubah
A
uuu huuu merekahlah semua
A E F#m
ku cari dan terus ku cari
. E D A
ternyata dia tumbuh mekar di dekatku
A E F#m
selama ini dan selama ini
. E D A
ternyata doanyalah yang melindungiku
D A
ku tak lagi bisa
D A
terpisah darinya
D A D D7
ku tak lagi bisa hidup tanpa dia
[solo] A E/G# F#m E D A 2x
[chorus]
B F# G#m
ku cari dan terus ku cari
. F# E E7 B
ternyata dia tumbuh mekar di dekatku
B F# G#m
selama ini dan selama ini
. F# E B
ternyata doanyalah yang melindungiku
B F# G#m
ku cari dan terus ku cari
. F# E B
ternyata dia tumbuh mekar di dekatku
B F# G#m
selama ini ternyata selama ini
. F# E E7 B
ternyata doanyalah yang melindungiku
[int] B E B E
one two one two three four
B A
terus terus mencari dan terus terus terus mencari
E/G# A B
terus terus mencari dan terus go go go (go go go go)
B A
terus terus mencari dan terus terus terus mencari
E/G# A B
terus terus mencari dan terus go go go (go go go go)
B A
terus terus mencari dan terus terus terus mencari
E/G# A B
terus terus mencari dan terus go go go (go go go go)
B A
terus terus mencari dan terus terus terus mencari
E/G# A B
terus terus mencari dan terus go go go (go go go go)
[outro] B A E/G# A B 2x
lirik dan cord lagu Isyana Sarasvati – Tetap Dalam Jiwa
Isyana Sarasvati – Tetap Dalam Jiwa
[intro] G D F#m Bm
G
Tak pernah terbayang
. D F#m Bm
Akan jadi seperti ini pada akhirnya
. G D
Semua waktu yang pernah kita lewati bersamanya
. F#m Bm
Telah hilang dan sirna
. G D
Hitam putih berlalu janji kita menunggu
F#m Bm
Tapi kita tak mampu
. G D
Seribu satu cara kita lewati
. F#m Bm
Tuk dapatkan semua jawaban ini
[chorus]
. G D
Bila memang harus berpisah
. F#m Bm
Aku akan tetap setia
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
. G D
Tak bisa ku teruskan
. F#m Bm
Dunia kita berbeda
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
G D
Memang tak mudah tapi ku tegar
. F#m Bm
Menjalani kosongnya hati
. G D
Buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
. F#m Bm
Dan simpan tuk jadi history
. G D
Hitam putih berlalu janji kita menunggu
F#m Bm
Tapi kita tak mampu
. G D
Seribu satu cara kita lewati
. F#m Bm
Tuk dapatkan semua jawaban ini
[chorus]
. G D
Bila memang harus berpisah
. F#m Bm
Aku akan tetap setia
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
. G D
Tak bisa ku teruskan
. F#m Bm
Dunia kita berbeda
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
G A
Tak bisa tuk teruskan
Bm
Dunia kita berbeda
G A
Tak bisa tuk teruskan
Bm
Dunia kita berbeda
G A
Tak bisa tuk teruskan
Bm
Dunia kita berbeda
G A
Tak bisa tuk teruskan
Bm
Dunia kita berbeda
[chorus]
. G D
Bila memang harus berpisah
. F#m Bm
Aku akan tetap setia
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada di dalam jiwa
. G D
Tak bisa ku teruskan
. F#m Bm
Dunia kita berbeda
. G D
Bila memang ini ujungnya
. F#m Bm
Kau kan tetap ada didalam jiwa
lirik dan cord lagu Isyana Sarasvati – Keep Being You
Isyana Sarasvati – Keep Being You
[intro] G A F#m Bm
G
I don’t want your money
A
Forget about that honey
F#m Bm
I just wanna be with you
G
Fancy things won’t get me
A
Diamonds, there are plenty
F#m Bm
But there is only one of you
. G A
Baby we could be together
. F#m Bm
Nothing but your love forever
G
I can be your lover
A
You can be my lover
F#m Bm
I won’t need nobody but you
[chorus]
. G A
Just the way that you move
. F#m Bm
Shows me what you can do
. G A
I don’t need you to prove
. F#m B
Cause I already knew
. G A
Give me love, give me love baby
. F#m Bm
I just need your love, need your love baby
. G A
I don’t need you to prove
. F#m Bm
Just keep being you
G
I dont need your flowers
A
Just your hours
F#m Bm
Baby you have bloomed in my heart
G
So many have tried to
A
But only you do
F#m Bm
Make me feel like this, yes you
. G A
Baby we could be together
. F#m Bm
Nothing but your love forever
G
I can be your lover
A
You can be my lover
F#m Bm
I won’t need nobody but you
[chorus]
. G A
Just the way that you move
. F#m Bm
Shows me what you can do
. G A
I don’t need you to prove
. F#m B
Cause I already knew
. G A
Give me love, give me love baby
. F#m Bm
I just need your love, need your love baby
. G A
I don’t need you to prove
F#m Bm
Just keep being you
. G A
Baby just
. F#m Bm
Just keep being you
. G A
Baby just
. F#m Bm
Just keep being you
. C
Oh darling I think that we’ve made it
. Bm
I dont need anything, believe it
. Am
My heart feels rich when you’re near me
. G
There is no emptiness
. C
You spread your love and I can feel it
. Bm Em
Deep in my soul
. A
I see you’ve given me much more
. C D
Thank you for the greatest gift of all
[chorus]
. G A
Just the way that you move
. F#m Bm
Shows me what you can do
. G A
I don’t need you to prove
. F#m B
Cause I already knew
. G A
Give me love, give me love baby
. F#m Bm
I just need your love, need your love baby
. G A
I don’t need you to prove
. F#m Bm
Just keep being you
. G A
Baby just (just keep just keep just keep)
. F#m Bm
Just keep being you
. G A
just keep just keep just keep
. F#m Bm
Just keep being you
. G A
just keep just keep just keep
. F#m Bm
Just keep being you
G A
just keep just keep just keep
F#m Bm
Just keep being you
lirik dan cord lagu Banda Neira – Esok Pasti Jumpa
Banda Neira – Esok Pasti Jumpa
Intro:
EbM7 G# 2x
EbM7 Cm7
Kau keluhkan awan hitam
. Gm7 Fm7
yang menggulung tiada surutnya
EbM7 Cm7
Kau keluhkan dingin malam
. Gm7 Fm7
Yang menusuk hingga ke tulang
G# Gm Fm
Hawa ini kau benci
. G# Gm Fm
Dan kau inginkan tuk segera pergi
G# Gm Fm
Berdiri angkat kaki
. G# Gm Fm
Tiada raut riangmu di muka
F/Em7
Pergi segera
EbM7 G# 2x
EbM7 Cm7
Kau keluhkan sunyi ini
. Gm7 Fm7
Tanpa ada yang menemani
EbM7 Cm7
Kau keluhkan risau hati
. Gm7 Fm7
Yang tak kunjung juga berhenti
G# Gm Fm
Rasa itu kau rindu
. G# Gm Fm
Dan kau inginkan tuk segera tiba
G# Gm Fm
Dan kembali bermimpi
G# Gm Fm
hanyut dalam hangatnya pelukan
F/Em7
cahaya oh, mentari
EbM7 G# 2x
EbM7 G# Gm7 G# 2x
Cm7 F/Em7
Dan ingatlah pesan sang surya
G#
Pada manusia malam itu
Cm7 F/Em7
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada
Cm7 F/Em7
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada
Cm7 F/Em7
Tuk mengingatnya di saat dia tak ada
F/Em7
Esok pasti jumpa
EbM7 G# 3x
u u u uu 3x
lirik dan cord lagu Payung Teduh – Masa Kecilku
Payung Teduh – Masa Kecilku
[intro] Gm C F A#Maj7 D#Maj7 F Dm7 Gm
. Bm7 E7 AMaj7 DMaj7 G A7 F#m Bm7 Em AMaj7
. DMaj7 Bm7
Terkenang
GMaj7 A7
masa masa kecilku
. DMaj7 Bm
Senangnya
GMaj7 A7
aku selalu di manja
. Bm GMaj7 Em7 A7 F#m Bm7
Apa yang ku minta selalu saja ada
Em A F#m Bm
Dari mama
Em A F#m Bm
dari papa
Em A7
Cium pipiku dulu
. DMaj7 Bm
Saat ku
GMaj7 A7
tiba berulang tahun
. DMaj7 Bm
Senangnya
GMaj7 A7
hadiahku boneka
. Bm7 GMaj7 Em A F#m Bm7
Lucunya ku suka sampai kini ku suka
Em A F#m Bm7
Kini aku
Em A F#m Bm
telah dewasa
. Em A7 E
Boneka ku bawa selalu
[chorus]
. Bm7 E7
Ingin ku kembali
. AMaj7 DMaj7
Ke masa yang lalu
. GMaj7 A
Bahagianya dulu
. DMaj7 D7
Waktu kecilku
. Bm7 E7
Kudengar cerita
. AMaj7 DMaj7
Mama papa bilang
. GMaj7 A
Aku lincah lucu
F#m Bm7 Em A
Waktu kecilku
F#m Bm Em A F#m Bm
Waktu kecilku
Em A7 DMaj7
Aku suka bernyanyi
[solo] Gm C F A#Maj7 D#Maj7 F Dm7 Gm
. Bm7 E7 AMaj7 DMaj7 G A7 F#m Bm7 Em AMaj7
. DMaj7 Bm7
Saat ku
GMaj7 A7
tiba berulang tahun
. DMaj7 Bm
Senangnya
GMaj7 A7
hadiahku sepeda
. Bm7 GMaj7 Em A F#m Bm7
Ku pakai setelah selesai ku belajar
Em A F#m Bm7
janji mama
Em A F#m Bm7
janji papa
Em A7 DMaj7
Setelahku naik kelas
[chorus]
. Bm7 E7
Ingin ku kembali
. AMaj7 DMaj7
Ke masa yang lalu
. GMaj7 A
Bahagianya dulu
. DMaj7 D7
Waktu kecilku
. Bm7 E7
Kudengar cerita
. AMaj7 DMaj7
Mama papa bilang
. GMaj7 A
Aku lincah lucu
F#m Bm7 Em A
Waktu kecilku
F#m Bm Em A F#m Bm
Waktu kecilku
F#m Bm Em A F#m Bm
Waktu kecilku
Em A7 DMaj7
Aku suka bernyanyi
[outro] G F D# DMaj7
Tuesday, 1 December 2015
Chord Kotak - Inspirasi Sahabat (ost. Lupus)
Kotak - Inspirasi Sahabat (ost. Lupus)
Intro : D E D E
D E D E
pagi jelang hangat mentari yang datang
D E D A
sambut senyuman yang ada
D E D E
pagi menyapa buat dirimu bahagia
D E G E
sambut harapan yang nyata..
D Bm
tuk memulai jalani hari siapkan dirimu
A D
kembali kembali..
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E A
inspirasi kaulah sahabat
Int : A E
D E D E
buka matamu rasakan tawa dan cinta mu
D E G E
sambut harapan yang nyata...
D Bm
tuk memulai jalani hari siapkan dirimu
A D
kembali kembali.
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E A
inspirasi kaulah sahabat
D E
lepas lepas teruslah bebas
D E
bebaskan dirimu tak terbatas
D E
raih mimpi hinga terbang ke atas
D E
inspirasi kaulah sahabat
Melody : A F#m E B D F#m E C#m
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E
inspirasi kaulah sahabat
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E
inspirasi kaulah sahabat
D E
lepas lepas teruslah bebas
D E
bebaskan dirimu tak terbatas
D E
raih mimpi hinga terbang ke atas
D E
inspirasi kaulah sahabat
Outro : D E D F#m
Intro : D E D E
D E D E
pagi jelang hangat mentari yang datang
D E D A
sambut senyuman yang ada
D E D E
pagi menyapa buat dirimu bahagia
D E G E
sambut harapan yang nyata..
D Bm
tuk memulai jalani hari siapkan dirimu
A D
kembali kembali..
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E A
inspirasi kaulah sahabat
Int : A E
D E D E
buka matamu rasakan tawa dan cinta mu
D E G E
sambut harapan yang nyata...
D Bm
tuk memulai jalani hari siapkan dirimu
A D
kembali kembali.
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E A
inspirasi kaulah sahabat
D E
lepas lepas teruslah bebas
D E
bebaskan dirimu tak terbatas
D E
raih mimpi hinga terbang ke atas
D E
inspirasi kaulah sahabat
Melody : A F#m E B D F#m E C#m
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E
inspirasi kaulah sahabat
D E
cepat-cepat jangan terlambat
D E
lepaskan dirimu jika terikat
D E
jadikan hidupmu penuh warna
D E
inspirasi kaulah sahabat
D E
lepas lepas teruslah bebas
D E
bebaskan dirimu tak terbatas
D E
raih mimpi hinga terbang ke atas
D E
inspirasi kaulah sahabat
Outro : D E D F#m
SAMBALADO chord By AYU TING TING
SAMBALADO chord By AYU TING TING
[intro] C#m D#m E D#m 2x
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
terasa pedas, terasa panas
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
mulut bergetar, lidah bergoyang
B E C#m
cintamu seperti sambalado ah ah
B E C#m
rasanya cuma di mulut saja ah ah
B E C#m
janjimu seperti sambalado ah ah
B E G#
enaknya cuma di lidah saja hoo ooo
C#m
colak colek sambalado alamak oee
B
dicolek sedikit cuma sedikit
F#m
tetapi menggigit
A G# A G# A
ujung-ujungnya bikin sakit hati huhuuuu
A C#m
ujung-ujungnya sakit hati
C#m
di dalam lidahmu itu
F#m
mengandung bara api yang membakar hati
A
di dalam lidahmu itu
D C#m
mengandung racun tikus yang mematikannya
C#m
di saat ada maunya lagi ada maunya
F#m
baik-baik saja
A
setelah hilang rasanya hilang pula cintanya
D C#m
dan melupakannya
F#m C#m
sambalado eh eh sambalado eh eh
G# C#m
itu sambalado
G# C#m
cintamu sambalado
[solo] C#m
B F#m B C#m 2x
F#m C#m 2x
C#m
di dalam lidahmu itu
F#m
mengandung bara api yang membakar hati
A
di dalam lidahmu itu
D C#m
mengandung racun tikus yang mematikannya
C#m
di saat ada maunya lagi ada maunya
F#m
baik-baik saja
A
setelah hilang rasanya hilang pula cintanya
D C#m
dan melupakannya
F#m C#m
sambalado eh eh sambalado eh eh
G# C#m
itu sambalado
G# C#m
cintamu sambalado
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
terasa pedas, terasa panas
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
mulut bergetar, lidah bergoyang
B E C#m
cintamu seperti sambalado ah ah
B E C#m
rasanya cuma di mulut saja ah ah
B E C#m
janjimu seperti sambalado ah ah
B E G#
enaknya cuma di lidah saja hoo ooo
C#m
colak colek sambalado alamak oee
B
dicolek sedikit cuma sedikit
F#m
tetapi menggigit
A G# A G# A
ujung-ujungnya bikin sakit hati huhuuuu
A C#m
ujung-ujungnya sakit hati
BLOG ARTIKEL TERBARU - Blog Info Terbaru dan Situs Berita Online
[intro] C#m D#m E D#m 2x
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
terasa pedas, terasa panas
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
mulut bergetar, lidah bergoyang
B E C#m
cintamu seperti sambalado ah ah
B E C#m
rasanya cuma di mulut saja ah ah
B E C#m
janjimu seperti sambalado ah ah
B E G#
enaknya cuma di lidah saja hoo ooo
C#m
colak colek sambalado alamak oee
B
dicolek sedikit cuma sedikit
F#m
tetapi menggigit
A G# A G# A
ujung-ujungnya bikin sakit hati huhuuuu
A C#m
ujung-ujungnya sakit hati
C#m
di dalam lidahmu itu
F#m
mengandung bara api yang membakar hati
A
di dalam lidahmu itu
D C#m
mengandung racun tikus yang mematikannya
C#m
di saat ada maunya lagi ada maunya
F#m
baik-baik saja
A
setelah hilang rasanya hilang pula cintanya
D C#m
dan melupakannya
F#m C#m
sambalado eh eh sambalado eh eh
G# C#m
itu sambalado
G# C#m
cintamu sambalado
[solo] C#m
B F#m B C#m 2x
F#m C#m 2x
C#m
di dalam lidahmu itu
F#m
mengandung bara api yang membakar hati
A
di dalam lidahmu itu
D C#m
mengandung racun tikus yang mematikannya
C#m
di saat ada maunya lagi ada maunya
F#m
baik-baik saja
A
setelah hilang rasanya hilang pula cintanya
D C#m
dan melupakannya
F#m C#m
sambalado eh eh sambalado eh eh
G# C#m
itu sambalado
G# C#m
cintamu sambalado
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
terasa pedas, terasa panas
C#m
sambala sambala bala sambalado
E C#m
mulut bergetar, lidah bergoyang
B E C#m
cintamu seperti sambalado ah ah
B E C#m
rasanya cuma di mulut saja ah ah
B E C#m
janjimu seperti sambalado ah ah
B E G#
enaknya cuma di lidah saja hoo ooo
C#m
colak colek sambalado alamak oee
B
dicolek sedikit cuma sedikit
F#m
tetapi menggigit
A G# A G# A
ujung-ujungnya bikin sakit hati huhuuuu
A C#m
ujung-ujungnya sakit hati
BLOG ARTIKEL TERBARU - Blog Info Terbaru dan Situs Berita Online
Sakura – Fariz RM (Akurama 1980)
Tahun 1980,tiba-tiba menyeruak sebuah kaset yang cukup banyak mengundang perhatian.Fariz yang saat itu lebih dikenal sebagai drummer alumni SMA III Jakarta dan ikut mendukung album fenomenal LCLR 1977,”Badai Pasti Berlalu” (1977) dan dua album Keenan Nasution “Di batas Angan Angan” (1978) dan “Tak Semudah Kata-Kata” serta meraih perhatian publik lewat karyanya “Hasrat dan Cita” yang disenandungkan almarhumah Andi Meriem Mattalatta tanpa diduga merilis album solo yang betul-betul solo.Karena di albumnya yang diberi judul “Sakura” ini Fariz nyaris memainkan seluruh instrumen musik.Mulai dari drum,perkusi,bass,gitar,piano,mellotron,synthesizers ternasuk menulis semua lagi,mengaransemen serta menyanyikannya sendiri.Ada beberapa bantuan dari bberapa sahabat seperti Anita Carolina Mohede yang berduet bersama Fariz dalam lagu “Mega Bhuana”,”Malam Kesembilan” dan “Nada Cinta”.Almarhum Wibi AK bermain perkusi pada “Malam Kesembilan” serta beberapa lirik yang ditulis Jimmy Paais dan Anton Panggabean.
Ini sesuatu yang baru,walaupun Keenan dan Yockie pernah berbuat hal yang sama pada album “Jurang Pemisah” dan “Di Batas Angan Angan”.Bedanya Fariz RM melakukannnya pada 9 komposisi yang terdapat di album yang dirilis Akurama Record ini.Stevie Wonder dan Mike Oldfield adalah salah satu artis luar yang pernah menggagas cara bermain solo seperti ini di era 70-an.Saat itu memang belum dikenal teknik MIDI atau music programming.Jadi setiap alat musik yang dimainkan diisi satu persatu pada track yang tersedia,seytelah itu baru dirangkum menjadi satu kesatuan seperti layaknya sebuah band yang utuh dan lengkap.Terbayangkan betapa ribet dan repotnya seorang Fariz RM melakukan hal yang tidak prkatis itu,mengingat teknologi saat itu memang belum dikenal dalam industri musiki Indonesia.
Kenapa Fariz nekad melakukan hal ini ? Sekedar gagah-gagahan belaka ? “saya tak memiliki banyak budget untuk membiayai produksi album ini.Karena kebetulan saya bisa memainkan beberapa alat musik.Akhirnya saya memilih cara seperti ini” ungkap Fariz RM.
Di luar dugaan album “Sakura” ternyata menuai keuntungan.Lagu “Sakura” yang sebelumnya telah dinyanyikan Grace Simon dalam film “Sakura Dalam Pelukan” yang dibintangi Liem Swie King itu menjadi hits besar Fariz RM.Lagu yang dikemas dalam beat disko bernuansa R&B ini juga menyertakan sebuah spoken berbahasa Jepang pada bagian interlude dimana Fariz memberi aksentuasi berupa cabikan bass beratmosfer funk yang kental.
Sebagian lagu yang ada di album ini bernuansa disko,funk,R&B.Plus teknik falsetto yang diperagakan Fariz pada beberapa lagu seperti “Cermin Noda”,”Mega Bhuana” ,”Perjalanan” atau “Suasana yang Ada”.
Di era itu teknik falsetto memang tengah ngetren,terutama ketika Bee Gees memperdengarkan gaya ini pada album “Main Course” hingga “saturday Night Fever” yang bernuansa disko funk R&B.
Jangan lupa pula merebaknya musik R&B funk milik Earth Wind & Fire maupun George Duke,yang dua-duanya kerap secara instens mengedepankan suara falsetto,adalah pengaruh yang sangat terasa kuat dalam racikan musik yang dilakukan Fariz rM.
Pada lagu “Semusim” yang bertamosfer piano song,kita bisa teringat dengan lagu-lagu piano ballad ala Stevie Wonder seperti “You and I” atau “Too Shy To Say”.
Fariz dengan segenap pengaruh pengaruh musik yang didengar untuk kemudian diserapnya itu menjadikan album ini bisa dianggap pemicu sebuah warna baru lagi dalam hiruk pikuk musik Indonesia saat memasuki era 80-an.Tak berlebihan rasanya jika mengklaim album “Sakura” ini sebagai album terbaik dan sebuah masterpiece dari Fariz RM
Tracklist
1.Sakura
2.Selangkah Ke Seberang
3.Belenggu (Perjalanan)
4.Semusim
5.Nada Cinta
6.Mega Bhuana
7.Suasana Yang Ada
8.Cermin Noda
9.Malam Ke Sembilan
Monday, 30 November 2015
Maryono & Ireng Maulana - Maryono Jumpa Ireng (Granada 1981)
Dua dedengkot jazz bertemu dalam satu album jazz yang kolaboratif, Ireng Maulana (gitar dan banjo) serta Maryono (klarinet dan alto saxophone).
Dari ke 10 lagu yang dibawakan di album ini sama sekali tak ada satu pun yang merupakan repertoar musik jazz, melainkan sederet lagu-lagu pop serta lagu daerah yang oleh Ireng Maulana sebagai arranger ditafsirkan menjadi sebuah karya jazz yang hangat.
Penampilan Maryono dan Ireng Maulana pun tak membuat dahi berkernyit. Sebuah penampilan musik yang bisa menemani saat relaksasi anda.
Maryono sendiri memperlihatkan kepiawaiannnya meniup alto saxophone dan klarinet dalam beberapa komposisi seperti “Symphoni Yang Indah” karya Robby Lea yang dipopulerkan oleh Bob Tutupoly, kini tampil secara paripurna lewat tiupan klarinetnya yang melodius tapi tetap tak menghilangkan kadar improvisasi seperti galibnya karya jazz.
Album kolaborasi Ireng dan Maryono ini pun dipertegas dengan aksentuasi brass section yang dimainkan oleh Udin Zach (flute,tenor saxophone), Etto Latumenten (trumpet) dan Pramono (trombone) dengan rhythm section yang didukung Rony Isani (bass), Karim Suweileh (drums), Arman Marah (keyboard) dan Dullah Suweileh (perkusi). Jangan lupa dibeberapa lagu tampil pula harmonisasi voicing yang disurakan Pretty Sisters.
Lagu lagu yang pantas disimak antara lain “Kesepian” karya A. Riyanto, “Semua Bisa Bilang” karya Charles Hutagalung, serta “Citra” karya Sam Bimbo dan Jaka Bimbo.
Track List
1.Semua Bisa Bilang
2.Citra
3.Panggayo
4.Kesepian
5.Layu Sebelum Berkembang
6.Kerinduan
7.Hanya Untukmu
8.Kelopak Cinta
9.Tabah Selalu
10.Symphony Yang Indah
Indra Lesmana - From Sydney With Jazz (Suara Irama Indah 1982)
Album bertajuk “From Sydney With Jazz” ini dibuat di saat Indra Lesmana masih bermukim di Sydney bersama keluarganya Jack Lesmana dan Nien Lesmana serta kakaknya Mira Lesmana,yang saat itu ikut menemani Indra Lesmana yang tengah mengikuti program beasiswa “Jazz Studies”.
Disini Indra Lesmana yang berusia 16 tahun memainkan beberapa komposi musik pop, juga jazz standar serta beberapa karya originalnya sendiri diatas tuts electric grand piano secara solo.
Kemampuan seorang pianis jazz dalam memainkan piano teruji lewat penampilan secara solo. Karena dengan piano solo, sang pianis harus tampil secara utuh mulai dari rhythm section hingga saat melakukan penelusuran notasi melodinya. Jelas ini merupakan tantangan berat, apalagi untuk pianis jazz belia seusia Indra Lesmana saat itu.
Namun, setelah menyimak permainan Indra Lesmana di album ini kita pun sama sama mengakui bahwa Indra memang seorang pemusik jazz jenius yang telah terlatih bermain jazz saat masih bocah ingusan.
Beberapa karya pop standar dimainkan Indra Lesmana dalam sentuhan yang hangat dan bersahabat semisal “Yesterday” (The Beatles),”The Way We Were” (Barbra Streisand) maupun “Still” (Commodores).
Tak ketinggalan interpretasi piano solo terhadap karya bossanova legendaris milik Antonio Carlos Jobim bertajuk “Wave”. Lagu ini awalnya bertajuk “Vou Te Contar” yang pertamakali dibawakan Jobim secara instrumental pada tahun 1967. Kemudian diterjemahkan menjadi “Wave” ketika Frank Sinatra menyanyikan lagu yang romantis itu dalam bahasa Inggeris pada tahun 1969. Lalu Indra Lesmana mulai menembus wilayah musik etnik dengan menafsir ulang lagu “Gambang Suling” karya Ki Narto Sabdo.
Tak ketinggalan Indra menyisipkan dua kompoosisi karyanya sendiri masing-masing “Children Of fantasy” dan “Venus”.Jika kita menyimak secara seksama maka kita akan menemukan pengaruh notasi yang kerap menjadi ciri Chick Corea. Hal ini lumrah, karena di saat itu Indra Lesmana memang tengah menggandrungi karya karya Chick Corea yang khas itu. Dan hal ini memang masih dalam taraf yang wajar, karena dalam usia semuda itu jelas Indra masih tengah mencari jati diri musikal.
Jika anda ingin menelusuri karya karya jazz di awal karir musik Indra Lesmana, maka album ini semestinya telah anda simak.
Track List
1.Yesterday
2.The Way We Were
3.Still
4.Wave
5.Impromptu
6.Venus
7.Autumn Leaves
8.Children of Fantasy
9.Gambang Suling
10.More
Helly – Chicha Koeswoyo (Yukawi – 1975)
Dulu hampir tiap hari terdengar suara bocah perempuan bernyanyi,Artikulasinya jelas dan bening,jangkauan nadanya tinggi.Dia dalah Chicha Koeswoyo,puteri pertama Nomo Koeswoyo,mantan drummer Koes Bersauadara yang saat itu tengah asyik mengelola No Koes, grupnya sendiri yang mencoba membayangi Koes Plus. Disamping itu, Nomo yang bernama asli Koesnomo Koeswoyo itu pun berada dijajaran penting perusahaan rekaman milik A Cet atau Darmawan yaitu Yukawi yang bermarkas di Bogor.
Naluri bisnisnyalah yang akhirnya menempatkan Nomo di posisi penting Yukawi. Intuisi bisnis dan musiknya juga yang berhasil mengendus talenta sang anak,yang saat itu juga sudah ikut kursus ballet.
Dan hampir semua radio memutar lagu “Helly” yang ditulis Nomo Koeswoyo.Chicha seperti memercikkan pesona luar biasa terhadap khalayak :
Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain main
Sambil berlari
Helly….kemari
Ayo lari lari.
Fokus pun tertuju ke sosok Chicha yang imut dan bikin gemes. Komentar dari para ahli musik pun banyak terlontar termasuk Bu Fat pengasuh acara “Ayo Menyanyi” di TVRI yang ditulis oleh majalah Tempo edisi Mei 1976 :” “Suara Chicha masih asli, dia tidak mencuri harga nada. Ia tidak banyak menggunakan variasi, lirik-liriknya sederana, sehingga anak-anak gampang menerimanya”, kata ibu ini yang pada pokoknya memang mau mengatakan bahwa Chicha dengan Hellinya itu memang bagus. A Mahmud,komposer lagu anak-anak pun angkat bicara :
“Sebuah lagu akan digemari anak-anak, apabila setelah mendengar lagunya tubuh si anak akan ikut bergerak”, kata Mahmud.
Pandangan ini menyebabkan ia mengambil tiga faktor utama dalam lagu anak-anak: bisa didengar, iringan musik yang memungkinkan anak-anak bergerak dan aransemen yang tidak terlalu rumit. Ketiga faktor ini dianggap ada dalam album Chicha. “Hanya saja dalam kedua album itu iringannya terlalu ramai. Kalau bisa disederhanakan akan lebih baik hasilnya”, ujar AT Mahmud.Album Chicha yang pertama berisi 11 buah lagu: Helli, Kelinciku, Perhitung, Sepasang Burung, Dang-dang tut, Loncengku, Si Gendut, Nasehat Ibu, Hompimpa, Ke Rumah Paman, Tarik Tambang. Adanya selang-seling yang jelas antara lagu yang iramanya cepat dengan yang iramanya lebih santai, menyebabkan lagu-lagu itu memperoleh posisi yang baik untuk sama-sama menonjol.
Kesederhanaan liriknya, kesederhanaan lagunya, memungkinkan banyak pengulangan tanpa ada perasaan bosan. Lagu semacam Helli atau Dang-dang tut misalnya, bisa dinyanyikan tak putus-putusnya. Lagu-lagu ini seperti diikuti oleh gerak yang mengasyikkan. Lagu ini penuh dengan isi jiwa anak-anak itu sendui, seakan-akan dia langsung dilemparkan dari hati Chicha, meskipun yang menulisnya adalah No Koes. Dengan pukulan-pukulan drum yang hidup dan segar, serta juga suara bas yang tidak mengekang dirinya dalam bervariasi, album ini jadi segar. Apalagi Chicha tampaknya memiliki temperamen seorang yang praktis dan enerjik, sehingga suaranya menjadi netral sekali, tidak menyebabkan kita mengusutnya apa dia gadis kecil atau anak lanang.
Lagu-lagu yang tanpa pretensi itu dibawakannya dengan tanpa memulus-muluskan suara, akan tetapi dengan intensitas yang mantap dan stamina yang terjaga ketat sampai lagu terakhir. Lagu Loncengku misalnya yang menampilkan suasana anak-anak bersekolah, ada menyarankan nasehat, tapi tidak terlalu kentara. Ada sesuatu yang bertenaga, praktis, ada suasana yang jauh dari menghiba-hiba, ada ketegasan dan kegairahan dalam suara Chicha. Ini bisa membuat kita berpikir kembali, bahwa potret dunia anak-anak sebagaimana terpantul dari lagu-lagu ciptaan Pak Kasur misalnya sudah harus direvisi.
Siapa tahu justru inilah faktor yang terbesar rahasia kelarisan Chicha. Karena kalau kita benar-benar menelaahnya, tidak ada sesuatu yang benar-benar luar biasa dari anak kecil ini yang mungkin tak lama lagi akan terlalu cepat dewasa lantas dicampakkan oleh publiknya sendiri. Itulah yang ditulis majalah Tempo Mei 1976.Bahkan sampul depan Tempo dihiasi sketsa wajah Chicha Koeswoyo.
ditolak,hingga perselingkuhan.Ah……miris banget.
Naluri bisnisnyalah yang akhirnya menempatkan Nomo di posisi penting Yukawi. Intuisi bisnis dan musiknya juga yang berhasil mengendus talenta sang anak,yang saat itu juga sudah ikut kursus ballet.
Dan hampir semua radio memutar lagu “Helly” yang ditulis Nomo Koeswoyo.Chicha seperti memercikkan pesona luar biasa terhadap khalayak :
Aku punya anjing kecil
Kuberi nama Helly
Dia senang bermain main
Sambil berlari
Helly….kemari
Ayo lari lari.
Fokus pun tertuju ke sosok Chicha yang imut dan bikin gemes. Komentar dari para ahli musik pun banyak terlontar termasuk Bu Fat pengasuh acara “Ayo Menyanyi” di TVRI yang ditulis oleh majalah Tempo edisi Mei 1976 :” “Suara Chicha masih asli, dia tidak mencuri harga nada. Ia tidak banyak menggunakan variasi, lirik-liriknya sederana, sehingga anak-anak gampang menerimanya”, kata ibu ini yang pada pokoknya memang mau mengatakan bahwa Chicha dengan Hellinya itu memang bagus. A Mahmud,komposer lagu anak-anak pun angkat bicara :
“Sebuah lagu akan digemari anak-anak, apabila setelah mendengar lagunya tubuh si anak akan ikut bergerak”, kata Mahmud.
Pandangan ini menyebabkan ia mengambil tiga faktor utama dalam lagu anak-anak: bisa didengar, iringan musik yang memungkinkan anak-anak bergerak dan aransemen yang tidak terlalu rumit. Ketiga faktor ini dianggap ada dalam album Chicha. “Hanya saja dalam kedua album itu iringannya terlalu ramai. Kalau bisa disederhanakan akan lebih baik hasilnya”, ujar AT Mahmud.Album Chicha yang pertama berisi 11 buah lagu: Helli, Kelinciku, Perhitung, Sepasang Burung, Dang-dang tut, Loncengku, Si Gendut, Nasehat Ibu, Hompimpa, Ke Rumah Paman, Tarik Tambang. Adanya selang-seling yang jelas antara lagu yang iramanya cepat dengan yang iramanya lebih santai, menyebabkan lagu-lagu itu memperoleh posisi yang baik untuk sama-sama menonjol.
Kesederhanaan liriknya, kesederhanaan lagunya, memungkinkan banyak pengulangan tanpa ada perasaan bosan. Lagu semacam Helli atau Dang-dang tut misalnya, bisa dinyanyikan tak putus-putusnya. Lagu-lagu ini seperti diikuti oleh gerak yang mengasyikkan. Lagu ini penuh dengan isi jiwa anak-anak itu sendui, seakan-akan dia langsung dilemparkan dari hati Chicha, meskipun yang menulisnya adalah No Koes. Dengan pukulan-pukulan drum yang hidup dan segar, serta juga suara bas yang tidak mengekang dirinya dalam bervariasi, album ini jadi segar. Apalagi Chicha tampaknya memiliki temperamen seorang yang praktis dan enerjik, sehingga suaranya menjadi netral sekali, tidak menyebabkan kita mengusutnya apa dia gadis kecil atau anak lanang.
Lagu-lagu yang tanpa pretensi itu dibawakannya dengan tanpa memulus-muluskan suara, akan tetapi dengan intensitas yang mantap dan stamina yang terjaga ketat sampai lagu terakhir. Lagu Loncengku misalnya yang menampilkan suasana anak-anak bersekolah, ada menyarankan nasehat, tapi tidak terlalu kentara. Ada sesuatu yang bertenaga, praktis, ada suasana yang jauh dari menghiba-hiba, ada ketegasan dan kegairahan dalam suara Chicha. Ini bisa membuat kita berpikir kembali, bahwa potret dunia anak-anak sebagaimana terpantul dari lagu-lagu ciptaan Pak Kasur misalnya sudah harus direvisi.
Siapa tahu justru inilah faktor yang terbesar rahasia kelarisan Chicha. Karena kalau kita benar-benar menelaahnya, tidak ada sesuatu yang benar-benar luar biasa dari anak kecil ini yang mungkin tak lama lagi akan terlalu cepat dewasa lantas dicampakkan oleh publiknya sendiri. Itulah yang ditulis majalah Tempo Mei 1976.Bahkan sampul depan Tempo dihiasi sketsa wajah Chicha Koeswoyo.
ditolak,hingga perselingkuhan.Ah……miris banget.
Sunday, 29 November 2015
khasiat minyak yarrow untuk kecantikan kulit
![]() |
| Minyak yarrow. ©Shuterstock |
Kamu yang akrab dengan kosmetik impor pasti sudah pernah mendengar tentang yarrow. Ekstrak tumbuhan ini sering digunakan dalam produk-produk perawatan kulit. Sebenarnya apa itu yarrow dan apa khasiatnya?
Achillea Millefolium atau yarrow adalah tumbuhan liar yang dapat ditemui di daerah beriklim dingin seperti daerah belahan bumi utara Asia, Amerika Utara, dan Eropa. Tumbuhan ini sudah dipercaya sebagai obat alami sejak berabad-abad lalu. Berikut ini khasiat yarrow untuk kecantikan.
Menurut National Libray of Medicine, mengaplikasikan minyak yarrow pada luka akan membantu pembentukan lapisan pelindung yang bisa membuat luka lebih cepat sembuh.
Menjadikan kulit sehat dan awet muda
Yarrow kaya akan emolien yang bagus untuk kulit. Aplikasikan minyak yarrow pada kulit untuk mendapatkan wajah yang terlihat lebih muda dan sehat.
Atasi bekas luka
Minyak yarrow juga dapat membantu dengan menyamarkan bekas jerawat, luka, dan infeksi kulit lainnya secara alami. Oleskan minyak esensial ini dan dalam hampir beberapa minggu kulit akan bersih dari bekas luka.
Mendinginkan kulit
Yarrow juga mengandung bahan penyejuk dan pendingin alami. Ini membuatnya ampuh untuk menenangkan kulit yang terbakar matahari.
BLOG ARTIKEL TERBARU - Blog Info Terbaru dan Situs Berita Online
Saturday, 28 November 2015
Payung Teduh - Dunia Batas (Ivy League Music – 2012)
Ada sensasi yang menggeelegak saat menyimak album kedua kelompok Payung Teduh bertajuk “Dunia Batas”, yakni sensasi akan bunyi-bunyian musik dan senandung lirih yang nyaris tak ditemui lagi dalam perangai musik saat sekarang ini.
Di album ini saya seperti tengah menyimak rekaman lagu lagu hiburan era perusahaan rekaman Irama dan Lokananta.Penyanyi yang tampil tanpa rekayasa teknologi, yang mengingatkan kita akan pesona biduan atau crooner. Dan di album ini saya bisa menikmati petikan gitar akustik yang ditingkahi aksentuasi ukulele hingga selinap bunyi akoredeon yang seolah representasi romantisme hikayat asmara. Simak lah “Angin Pujaan Hujan” yang menyusupkan perangai musik keroncong , musik yang kerap diabaikan pemusik belia sekarang yang kerap terjebak pola western dalam menggarap ekspresi bermusiknya.
Kuartet yang terdiri atas Ivan (gitar,guitar lele,suara latar),Cito (drums,perkusi), Comi (doublebass) dan Is (vokal utama,gitar,perkusi) ini seperti ingin menyampaikan sebuah riak musik yang santun dan menyejukkan. Perpaduan lirik dan melodi yang harmonal. Mereka ingin bertutur dengan bahasa yang lebih sederhana dan berusaha untuk lebih Indonesia. Torehan lirik seperti ini memang kerap kita jumpai di masa silam di era romantika musik Indonesia saat Ismail Marzuki,Maladi hingga Mochtar Embut menata kata.
Saya yakin anda pasti telah begitu lama tak menjumpai untaian lirik lirik seperti lirik lagu “Resah” dibawah ini :
Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Di atas sini, melayang-layang
Tergoyang angin, menantikan tubuh itu
Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Musik folk yang menjadi pilihan Payung Teduh adalah musik yang menjadi kendaraan anak anak muda era generasi bunga untuk menjejalkan pesan pesan lewat lagu.Entah itu pesan beraroma romansa maupun gugat politik dalam wacana protest song.
Harmoni musik ala Croby Still Nash and Young,The Beach Boys maupun The Carpenters memang telah menjadi penanda para baby boomers yang saya yakini menjadi mata air inspirasi dari kuartet akustik folk ini baik disadari maupun tidak.
Dan,Payung Teduh telah melakukan tugasnya dengan baik : mengadaptasi musik western dalam bingkai yang lebih Indonesia.
Di album ini saya seperti tengah menyimak rekaman lagu lagu hiburan era perusahaan rekaman Irama dan Lokananta.Penyanyi yang tampil tanpa rekayasa teknologi, yang mengingatkan kita akan pesona biduan atau crooner. Dan di album ini saya bisa menikmati petikan gitar akustik yang ditingkahi aksentuasi ukulele hingga selinap bunyi akoredeon yang seolah representasi romantisme hikayat asmara. Simak lah “Angin Pujaan Hujan” yang menyusupkan perangai musik keroncong , musik yang kerap diabaikan pemusik belia sekarang yang kerap terjebak pola western dalam menggarap ekspresi bermusiknya.
Kuartet yang terdiri atas Ivan (gitar,guitar lele,suara latar),Cito (drums,perkusi), Comi (doublebass) dan Is (vokal utama,gitar,perkusi) ini seperti ingin menyampaikan sebuah riak musik yang santun dan menyejukkan. Perpaduan lirik dan melodi yang harmonal. Mereka ingin bertutur dengan bahasa yang lebih sederhana dan berusaha untuk lebih Indonesia. Torehan lirik seperti ini memang kerap kita jumpai di masa silam di era romantika musik Indonesia saat Ismail Marzuki,Maladi hingga Mochtar Embut menata kata.
Saya yakin anda pasti telah begitu lama tak menjumpai untaian lirik lirik seperti lirik lagu “Resah” dibawah ini :
Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Di atas sini, melayang-layang
Tergoyang angin, menantikan tubuh itu
Aku ingin berdua denganmu
Di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Musik folk yang menjadi pilihan Payung Teduh adalah musik yang menjadi kendaraan anak anak muda era generasi bunga untuk menjejalkan pesan pesan lewat lagu.Entah itu pesan beraroma romansa maupun gugat politik dalam wacana protest song.
Harmoni musik ala Croby Still Nash and Young,The Beach Boys maupun The Carpenters memang telah menjadi penanda para baby boomers yang saya yakini menjadi mata air inspirasi dari kuartet akustik folk ini baik disadari maupun tidak.
Dan,Payung Teduh telah melakukan tugasnya dengan baik : mengadaptasi musik western dalam bingkai yang lebih Indonesia.
![]() |
| Dunia Batas – Payung Teduh |
Zakia – Achmad Albar (Sky Record 1979)
Dunia musik rock tanah air gempar,ketika pada tahun 1979,dedengkot God Bless Achmad Albar
merilis album dangdut bertajuk “Zakia”.Tak hanya Albar,album ini pun menyertakan gitaris God Bless Ian Antono sebagai music directornya.
Konon imbalan untuk menyanyikan lagu-lagu berkonotasi dangdut di album “Zakia”,Achmad Albar meraup honor sekitar Rp 25 juta.Sebuah jumlah fantastik pada saat itu. Penampilan Achmad Albar dalam video klip “Zakia” yang ditayangkan TVRI menyertakan penari penari dari Swara Maharddhika pimpinan Guruh Soekarno Putera.
Dari 9 lagu yang termaktub di album ini,7 diantaranya adalah karya Ian Antono dan Achmad Albar,selebihnya merupakan karya dari M.Harris (“Pernyataan”) dan Titiek Puspa (“Obral”).
Lagu “Zakia: memang cukup catchy .Ian Antono tampaknya sengaja mengimbuh atmosfer musik Timur Tengah dalam arransemen musiknya.Bahkan riffing pada introduksi lagu tersimak kemiripan dengan riffing lagu “Thick As A Brick” nya Jethro Tull.
Menariknya,vokal Achmad Albar ternyata memang pas pula untuk dimensi dangdut.
Ian Antono pun patut dipuji kepiawaiannya menata musik dangdut yang tidak serampangan.
Jika menyimak album ini,rasanya kita pun merasakan aura seperti The Beatles membawakan “Within You Without You” dengan pengaruh musik India pada album “Sgt Pepper’s Lonely HeartsClub Band” atau pun orkestrasi dan lekukan melodi Timur Tengah dalam “Kashmir” nya Led Zeppellin.
Setelah “Zakia”,tak lama berselang muncullah Reynold Panggabean dan Camellia Malik lewat proyek Tarantula yang menyertakan sederet rockers seperti Harry Anggoman,Abadi Soesman dan Fadil Usman.
TRACK LIST
1.ZAKIA
2.KARENA HARTA
3.MAWAR MERAH
4.RAJA KUMBANG
5.PERNYATAAN
6.OBRAL
7.TUHAN ADA
8.BEKU
9.RAJASEHAR
merilis album dangdut bertajuk “Zakia”.Tak hanya Albar,album ini pun menyertakan gitaris God Bless Ian Antono sebagai music directornya.
Konon imbalan untuk menyanyikan lagu-lagu berkonotasi dangdut di album “Zakia”,Achmad Albar meraup honor sekitar Rp 25 juta.Sebuah jumlah fantastik pada saat itu. Penampilan Achmad Albar dalam video klip “Zakia” yang ditayangkan TVRI menyertakan penari penari dari Swara Maharddhika pimpinan Guruh Soekarno Putera.
Dari 9 lagu yang termaktub di album ini,7 diantaranya adalah karya Ian Antono dan Achmad Albar,selebihnya merupakan karya dari M.Harris (“Pernyataan”) dan Titiek Puspa (“Obral”).
Lagu “Zakia: memang cukup catchy .Ian Antono tampaknya sengaja mengimbuh atmosfer musik Timur Tengah dalam arransemen musiknya.Bahkan riffing pada introduksi lagu tersimak kemiripan dengan riffing lagu “Thick As A Brick” nya Jethro Tull.
Menariknya,vokal Achmad Albar ternyata memang pas pula untuk dimensi dangdut.
Ian Antono pun patut dipuji kepiawaiannya menata musik dangdut yang tidak serampangan.
Jika menyimak album ini,rasanya kita pun merasakan aura seperti The Beatles membawakan “Within You Without You” dengan pengaruh musik India pada album “Sgt Pepper’s Lonely HeartsClub Band” atau pun orkestrasi dan lekukan melodi Timur Tengah dalam “Kashmir” nya Led Zeppellin.
Setelah “Zakia”,tak lama berselang muncullah Reynold Panggabean dan Camellia Malik lewat proyek Tarantula yang menyertakan sederet rockers seperti Harry Anggoman,Abadi Soesman dan Fadil Usman.
TRACK LIST
1.ZAKIA
2.KARENA HARTA
3.MAWAR MERAH
4.RAJA KUMBANG
5.PERNYATAAN
6.OBRAL
7.TUHAN ADA
8.BEKU
9.RAJASEHAR
![]() |
| Zakia – Achmad Albar |
Thursday, 26 November 2015
Jazz Masa Kini – Abadi Soesman Jazz Band (AR 1982)
Memasuki era 80-an pemusik serba bisa Abadi Soesman membentuk Abadi Soesman Jazz Band yang didukung oleh Benny Likumahuwa. Mereka berdua selain sebagai player dan arranger, mereka juga merangkap music director. Genre yang dipilih dalam album ini adalah jazz rock dengan menggabungkan Brazillian/Latin Jazz yang menggunakan alat perkusi serta brass section.
Abadi Soesman Jazz Band yang terdiri atas Abadi Soesman (piano,keyboard), Benny Likumahuwa (bass,trombone,flute), Marwan (trumpet), Narso (trombone), Lunggo (saxophone), Didiet Maruto (trumpet), Kanda (drums), Dullah Suweilleh (perkusi), Johnny (gitar) serta Ron Reeves perkusionis Australia yang saat itu bermukim di Indonesia. Untuk vokal ada Rien Djamain, almarhum Freddie Tamaela, Mira Soesman dan Eternals Trio.
Pola jazz rock terasa pada penampilan Freddie Tamaela yang membawakan lagu “Hari Hari” (karya Oetje F. Tekol) yang pertama kali dipopulerkan Gito Rollies pada tahun 1978. Beatnya pun diubah menjadi shuffle dengan susupan brass section yang saling menyilang pada permukaan lagu. Orientasi pada grup jazz rock Chicago maupun Blood Sweat & Tears terasa pada lagu yang arransemennya digurat Benny Likumahuwa. Pada lagu “Kelabu”, Freddie menyemburatkan aroma soul R&B. Terkadang Freddie mencoba meniru pola vokal Maurice White dari Earth Wind & Fire. Terasa soulful.
Munculnya Rien Djamain tampaknya seolah menetralisir aroma jazz rock yang kental di album ini. Dengan sentuhan poppish Rien Djamain melantunkan “Semua Bisa Bilang”, lagu karya Charles Hutagalung yang pernah dibossanovakan Margie Siegers bersama Jack Lesmana pada tahun 1975.
Pola Brazillian pun menyeruak pada lagu “Citra” karya Samsuddin Hardjajusumah yang dipopulerkan Bimbo pada tahun 1979. Rien Djamain pun didaulat menginterpretasikan lagu “Ku Lama Menanti” karya Candra Darusman yang dipopulerkan Chaseiro pada tahun 1980. Kelemahan justeru terletak pada vokal Mira Soesman yang seolah tanpa darah dan tanpa ekspresi. Mira lebih tepat membawakan lagu beraura pop sebetulnya.
Ketika Abadi Soesman Jazz Band menampilkan pola instrumental, muncullah dua karya Indra Lesmana yang saat itu memang masih terpukau dengan pesona Chick Corea dengan Latin Jazz Rock yaitu “Children Of Fantasy” dan “Venus”. Di kedua instrumental ini, Abadi memperlihatkan kepiawaiannya memainkan solo synthesizers lewat perangkat mini Moog synthesizers. Teknik glisando yang dijelujurinya mau tak mau mengingatkan kita pada akurasi solo ala Jan Hammer maupun Chick Corea.
Sebuah karya Jimmie Manoppo “Cinta Merdeka” dan “Gemilang” dari album Chaseiro di tahun 1979 ditampilkan dengan groove jazz rock berlumur aksentuasi brass rock. Seksi tiup ini memang tersimak elok dalam meniti unison yang berimbuh sinkopasi.
Inilah salah satu jejak jazz yang ditinggalkan Abadi Soesman dalam perjalanan musik nya yang panjang dan sarat warna. Sayangnya keberadaan album ini memang sulit ditemukan, kecuali ditangan para kolektor kaset.
TRACK LIST
1. Hari Hari
2. Semua Bisa Bilang
3. Cinta Merdeka
4. Kelabu
5. Minggu Pag
6. Citra
7. Gemilang
8. Ku Lama Menanti
9. Children Of Fantasy
10. Lelaki
11. Venus
12.Dia
Denny Sakrie
Abadi Soesman Jazz Band yang terdiri atas Abadi Soesman (piano,keyboard), Benny Likumahuwa (bass,trombone,flute), Marwan (trumpet), Narso (trombone), Lunggo (saxophone), Didiet Maruto (trumpet), Kanda (drums), Dullah Suweilleh (perkusi), Johnny (gitar) serta Ron Reeves perkusionis Australia yang saat itu bermukim di Indonesia. Untuk vokal ada Rien Djamain, almarhum Freddie Tamaela, Mira Soesman dan Eternals Trio.
Pola jazz rock terasa pada penampilan Freddie Tamaela yang membawakan lagu “Hari Hari” (karya Oetje F. Tekol) yang pertama kali dipopulerkan Gito Rollies pada tahun 1978. Beatnya pun diubah menjadi shuffle dengan susupan brass section yang saling menyilang pada permukaan lagu. Orientasi pada grup jazz rock Chicago maupun Blood Sweat & Tears terasa pada lagu yang arransemennya digurat Benny Likumahuwa. Pada lagu “Kelabu”, Freddie menyemburatkan aroma soul R&B. Terkadang Freddie mencoba meniru pola vokal Maurice White dari Earth Wind & Fire. Terasa soulful.
Munculnya Rien Djamain tampaknya seolah menetralisir aroma jazz rock yang kental di album ini. Dengan sentuhan poppish Rien Djamain melantunkan “Semua Bisa Bilang”, lagu karya Charles Hutagalung yang pernah dibossanovakan Margie Siegers bersama Jack Lesmana pada tahun 1975.
Pola Brazillian pun menyeruak pada lagu “Citra” karya Samsuddin Hardjajusumah yang dipopulerkan Bimbo pada tahun 1979. Rien Djamain pun didaulat menginterpretasikan lagu “Ku Lama Menanti” karya Candra Darusman yang dipopulerkan Chaseiro pada tahun 1980. Kelemahan justeru terletak pada vokal Mira Soesman yang seolah tanpa darah dan tanpa ekspresi. Mira lebih tepat membawakan lagu beraura pop sebetulnya.
Ketika Abadi Soesman Jazz Band menampilkan pola instrumental, muncullah dua karya Indra Lesmana yang saat itu memang masih terpukau dengan pesona Chick Corea dengan Latin Jazz Rock yaitu “Children Of Fantasy” dan “Venus”. Di kedua instrumental ini, Abadi memperlihatkan kepiawaiannya memainkan solo synthesizers lewat perangkat mini Moog synthesizers. Teknik glisando yang dijelujurinya mau tak mau mengingatkan kita pada akurasi solo ala Jan Hammer maupun Chick Corea.
Sebuah karya Jimmie Manoppo “Cinta Merdeka” dan “Gemilang” dari album Chaseiro di tahun 1979 ditampilkan dengan groove jazz rock berlumur aksentuasi brass rock. Seksi tiup ini memang tersimak elok dalam meniti unison yang berimbuh sinkopasi.
Inilah salah satu jejak jazz yang ditinggalkan Abadi Soesman dalam perjalanan musik nya yang panjang dan sarat warna. Sayangnya keberadaan album ini memang sulit ditemukan, kecuali ditangan para kolektor kaset.
TRACK LIST
1. Hari Hari
2. Semua Bisa Bilang
3. Cinta Merdeka
4. Kelabu
5. Minggu Pag
6. Citra
7. Gemilang
8. Ku Lama Menanti
9. Children Of Fantasy
10. Lelaki
11. Venus
12.Dia
Denny Sakrie
![]() |
| jazz masa kini |
Tuesday, 24 November 2015
Belum Ada Judul – Iwan Fals (Harpa Record 1992)
Inilah album yang kental nuansa folk-nya.Beraroma singer/songwriter.Entah kenapa setiap menyimak album ini saya selalu tergelitik membanding-bandingkan sosok Iwan Fals dan Bob Dylan yang disemati sebutan protest singer.
Bagi saya,di album ini Iwan Fals tampil atas namanya sendiri. Iwan adalah singer/songwriter yang menulis lagu sendiri sekaligus menyanyikannya. Posisi semacam ini jelas lebih personal,lebih dalam dan lebih ekspresif. Menariknya lagi, penggarapan album “Belum Ada Judul” ini berlangsung live tanpa rekayasa.Iwan memetik gitar,meniup harmonica dan bernyanyi.Sangat bersahaja tapi banyak makna.
lirik Coretan Dinding :
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok ditiap tempat sampah, ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Konon Iwan Fals dibayar sekitar Rp 200 juta oleh Handoko Kusuma dari Harpa Record untuk album yang berisikan lagu-lagu seperti Belum Ada Judul, Besar Dan Kecil, Iya Atau Tidak, Mereka Ada Dijalan, Potret, Di Mata Air Tidak Ada Air Mata, Ikrar, Aku Disini, Mencetak Sawah, Panggilan Dari Gunung, serta Coretan Dinding.
![]() |
| CD Belum Ada Judul yang direissue oleh Bravo Records (Foto Denny Sakrie) |
Bagi saya,di album ini Iwan Fals tampil atas namanya sendiri. Iwan adalah singer/songwriter yang menulis lagu sendiri sekaligus menyanyikannya. Posisi semacam ini jelas lebih personal,lebih dalam dan lebih ekspresif. Menariknya lagi, penggarapan album “Belum Ada Judul” ini berlangsung live tanpa rekayasa.Iwan memetik gitar,meniup harmonica dan bernyanyi.Sangat bersahaja tapi banyak makna.
lirik Coretan Dinding :
Sebab coretan dinding
Adalah pemberontakan kucing hitam
Yang terpojok ditiap tempat sampah, ditiap kota
Cakarnya siap dengan kuku kuku tajam
Matanya menyala mengawasi gerak musuhnya
Musuhnya adalah penindas
Yang menganggap remeh coretan dinding kota
Konon Iwan Fals dibayar sekitar Rp 200 juta oleh Handoko Kusuma dari Harpa Record untuk album yang berisikan lagu-lagu seperti Belum Ada Judul, Besar Dan Kecil, Iya Atau Tidak, Mereka Ada Dijalan, Potret, Di Mata Air Tidak Ada Air Mata, Ikrar, Aku Disini, Mencetak Sawah, Panggilan Dari Gunung, serta Coretan Dinding.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















