Saturday, 21 November 2015

Gamelan

    Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda.               Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

 Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. 
     Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. 
     Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
     Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
     Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitusléndro, pélog, degung (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan madenda (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.
     Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.
     Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
     Namun saat ini gamelan masih digunakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan hanya digunakan mayoritas masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah.    

Kakawin Sutasoma

     Kakawin Sutasoma adalah sebuah kakawin dalam bahasa Jawa Kuno. Kakawin ini termasyhur, sebab setengah bait dari kakawin ini menjadi motto nasional Indonesia: Bhinneka Tunggal Ika.
     Motto atau semboyan Indonesia tidaklah tanpa sebab diambil dari kitab kakawin ini. Kakawin ini mengenai sebuah cerita epis dengan pangeran Sutasoma sebagai protagonisnya. Amanat kitab ini mengajarkan toleransi antar agama, terutama antar agama Hindu-Siwa dan Buddha. Kakawin ini digubah oleh Empu Tantular pada abad ke-14.








Gambar sampul buku keluaran 
Departemen Pendidikan dan 
Kebudayaan Indonesia provinsi Bali. 
Sampul ini menunjukkan gambar 
pangeran Sutasoma yang diterkam 
harimau betina.



   







Hiasan emas dari masa Majapahit 
yang menggambarkan 
Sutasoma digendong Kalmasapada


     Calon Buddha (Bodhisattva) dilahirkan kembali sebagai Sutasoma, putra Raja Hastinapura, prabu Mahaketu. Setelah dewasa Sutasoma sangat rajin beribadah, cinta akan agama Buddha. Ia tidak senang akan dinikahkan dan dinobatkan menjadi raja. Maka pada suatu malam, sang Sutasoma melarikan diri dari negara Hastina.
     Maka setelah kepergian sang pangeran diketahui, timbullah huru-hara di istana, sang raja beserta sang permaisuri sangat sedih, lalu dihibur oleh orang banyak.
     Setibanya di hutan, sang pangeran bersembahyang dalam sebuah kuil. Maka datanglah dewi Widyukarali yang bersabda bahwa sembahyang sang pangeran telah diterima dan dikabulkan. Kemudian sang pangeran mendaki pegunungan Himalaya diantarkan oleh beberapa orang pendeta. Sesampainya di sebuah pertapaan, maka sang pangeran mendengarkan riwayat cerita seorang raja, reinkarnasi seorang raksasa yang senang makan manusia.
     Alkisah adalah seorang raja bernama Purusada atau Kalmasapada. Syahdan pada suatu waktu daging persediaan santapan sang prabu, hilang habis dimakan anjing dan babi. Lalu si juru masak bingung dan tergesa-gesa mencari daging pengganti, tetapi tidak dapat. Lalu ia pergi ke sebuah pekuburan dan memotong paha seorang mayat dan menyajikannya kepada sang raja. Sang raja sungguh senang karena merasa sangat sedap masakannya, karena dia memang reinkarnasi raksasa. Kemudian dia bertanya kepada sang juru masak, tadi daging apa. Karena si juru masak diancam, maka iapun mengaku bahwa tadi itu adalah daging manusia. Semenjak saat itu diapun gemar makan daging manusia. Rakyatnyapun sudah habis semua; baik dimakan maupun melarikan diri. Lalu sang raja mendapat luka di kakinya yang tak bisa sembuh lagi dan iapun menjadi raksasa dan tinggal di hutan.
     Sang raja memiliki kaul akan mempersembahkan 100 raja kepada batara Kala jika dia bisa sembuh dari penyakitnya ini.
     Sang Sutasoma diminta oleh para pendeta untuk membunuh raja ini tetapi ia tidak mau, sampai-sampai dewi Pretiwi keluar dan memohonnya. Tetapi tetap saja ia tidak mau, ingin bertapa saja.
     Maka berjalanlah ia lagi. Di tengah jalan syahdan ia berjumpa dengan seorang raksasa ganas berkepala gajah yang memangsa manusia. Sang Sutasoma hendak dijadikan mangsanya. Tetapi ia melawan dan si raksasa terjatuh di tanah, tertimpa Sutasoma. Terasa seakan-akan tertimpa gunung. Si raksasa menyerah dan ia mendapat khotbah dari Sutasoma tentang agama Buddha bahwa orang tidak boleh membunuh sesama makhluk hidup. Lalu si raksasa menjadi muridnya.
     Lalu sang pangeran berjalan lagi dan bertemu dengan seekor naga. Naga ini lalu dikalahkannya dan menjadi muridnya pula.
     Maka akhirnya sang pangeran menjumpai seekor harimau betina yang lapar. Harimau ini memangsa anaknya sendiri. Tetapi hal ini dicegah oleh sang Sutasoma dan diberinya alasan-alasan. Tetapi sang harimau tetap saja bersikeras. Akhirnya Sutasoma menawarkan dirinya saja untuk dimakan. Lalu iapun diterkamnya dan dihisap darahnya. Sungguh segar dan nikmat rasanya. Tetapi setelah itu si harimau betina sadar akan perbuatan buruknya dan iapun menangis, menyesal. Lalu datanglah batara Indra dan Sutasoma dihidupkan lagi. Lalu harimaupun menjadi pengikutnya pula. Maka berjalanlah mereka lagi.
     Hatta tatkala itu, sedang berperanglah sang Kalmasapada melawan raja Dasabahu, masih sepupu Sutasoma. Secara tidak sengaja ia menjumpai Sutasoma dan diajaknya pulang, ia akan dikawinkan dengan anaknya. Lalu iapun berkawinlah dan pulang ke Hastina. Ia mempunyai anak dan dinobatkan menjadi prabu Sutasoma.
     Maka diceritakanlah lagi sang Purusada. Ia sudah mengumpulkan 100 raja untuk dipersembahkan kepada batara Kala, tetapi batara Kala tidak mau memakan mereka. Ia ingin menyantap prabu Sutasoma. Lalu Purusada memeranginya dan karena Sutasoma tidak melawan, maka dia berhasil ditangkap.
     Setelah itu dia dipersembahkan kepada batara Kala. Sutasoma bersedia dimakan asal ke 100 raja itu semua dilepaskan. Purusada menjadi terharu mendengarkannya dan iapun bertobat. Semua raja dilepaskan.
 
Penggubah dan masa penggubahan
     Kakawin Sutasoma digubah oleh mpu Tantular pada masa keemasan Majapahit di bawah kekuasaan prabu Rajasanagara atau raja Hayam Wuruk. Tidak diketahui secara pasti kapan karya sastra ini digubah. Oleh para pakar diperkirakan kakawin ini ditulis antara tahun 1365 dan 1389. Tahun 1365 adalah tahun diselesaikannya kakawin Nagarakretagama sementara pada tahun 1389, raja Hayam Wuruk mangkat. Kakawin Sutasoma lebih muda daripada kakawin Nagarakretagama.
     Selain menulis kakawin Sutasoma, mpu Tantular juga jelas diketahui telah menulis kakawin Arjunawijaya. Kedua kakawin ini gaya bahasanya memang sangat mirip satu sama lain.
     Kakawin Sutasoma sebagai sebuah karya sastra Buddhis[sunting | sunting sumber]
Kakawin Sutasoma bisa dikatakan unik dalam sejarah sastra Jawa karena bisa dikatakan merupakan satu-satunya kakawin bersifat epis yang bernafaskan agama Buddha.

Penurunan kakawin Sutasoma

Lontar Sutasoma dari Jawa Tengah dalam aksara Buda.


     Kakawin Sutasoma diturunkan sampai saat ini dalam bentuk naskah tulisan tangan, baik dalam bentuk lontar maupun kertas. Hampir semua naskah kakawin ini berasal dari pulau Bali. Namun ternyata ada satu naskah yang berasal dari pulau Jawa dan memuat sebuah fragmen awal kakawin ini dan berasal dari apa yang disebut "Koleksi Merapi-Merbabu". Koleksi Merapi-Merbabu ini merupakan kumpulan naskah-naskah kuna yang berasal dari daerah sekitar pegunungan Merapi dan Merbabu di Jawa Tengah. Dengan ini bisa dipastikan bahwa teks ini memang benar-benar berasal dari pulau Jawa dan bukan pulau Bali.

Resepsi kakawin Sutasoma di Bali
     Di pulau Bali kakawin ini merupakan salah satu kakawin yang cukup digemari. Hal ini berkat kiprah I Gusti Sugriwa, salah seorang pakar susastra dari Bali yang memopulerkan kakawin ini. Ia sebagai contoh banyak menggunakan petikan-petikan dari kakawin ini dalam bukunya mengenai pelajaran kakawin.

Penerbitan kakawin Sutasoma
     Kakawin Sutasoma telah diterbitkan dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Soewito Santoso. Suntingan teksnya diterbitkan pada tahun 1975.
     Selain itu di Bali banyak pula terbitan suntingan teks. Salah satu contohnya yang terbaru adalah suntingan yang diterbitkan oleh "Dinas Pendidikan provinsi Bali" (1993). Namun suntingan teks ini dalam aksara Bali dan terjemahan adalah dalam bahasa Bali.
     Antara tahun 1959 - 1961 pernah diusahakan penerbitan teks sebuah naskah yang diiringi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia oleh I Gusti Bagus Sugriwa.
     Pada tahun 2009 terbit terjemahan baru dalam bahasa Indonesia beserta teks aslinya dalam bahasa Jawa Kuna. Suntingan teks dan terjemahan diusahakan oleh Dwi Woro R. Mastuti dan Hastho Bramantyo.

Daftar pustaka

  • (Bali) (Jawa) Dinas Pendidikan Bali, 1993, Kakawin Sutasoma. Denpasar: Dinas Pendidikan Bali.
  • (Indonesia) Dwi Woro Retno Mastuti dan Hastho Bramantyo, 2009, Kakawin Sutasoma. Mpu Tantular. Jakarta: Komunitas Bambu. ISBN 979-3731-55-9
  • (Indonesia) Poerbatjaraka dan Tardjan Hadiwidjaja, 1952, Kepustakaan Djawa'. Djakarta/Amsterdam: Djambatan.
  • (Inggris) Soewito Santoso, 1975, Sutasoma. New Delhi: Aditya Prakashan
  • (Indonesia) I Gusti Bagus Sugriwa, 1959 - 1961 Sutasoma / ditulis dengan huruf Bali dan Latin, diberi arti dengan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Denpasar: Pustakamas
  • (Inggris) P.J. Zoetmulder, 1974, Kalangwan: a survey of old Javanese literature. The Hague : Martinus Nijhoff ISBN 90-247-1674-8
  • (Indonesia) P.J. Zoetmulder, 1983, Kalangwan. Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. pp. 415–437. Jakarta: Djambatan

Mayhem band musik black metal dari Norwegia

     Mayhem adalah kelompok musik black metal dari Norwegia yang dibentuk pada 1983. Formasi awal mereka terdiri dari Manheim (drums) dan Necrobutcher (bass). Nama mereka diambil dari lagu "Mayhem With Mercy" oleh Venom. Mayhem adalah band yang sangat kontroversial karena keterlibatan mereka dalam berbagai pembunuhan, bunuh diri, pembakaran gedung gereja, dan tindakan kekerasan lainnya. Mayhem telah mengubah gaya musik mereka beberapa kali, dari black metal, death metal, sampai industrial dan electronica.

Tahun-tahun awal (1981-1990)
     Mayhem didirikan pada 1981 oleh gitaris/vokalis Euronymous, basis Necrobutcher, dan drummer Manheim. Euronymous kemudian berkonsentrasi pada gitar setelah vokalis Messiah (Eirik Nordheim) bergabung pada 1986, yang kemudian digantikan oleh Maniac (Sven Erik Kristiansen). Setelah dua demo, mereka merekam Deathcrush dengan perusahaan rekaman baru Euronymous, Posercorpse Music.
   
     Jørn Stubberud (Necrobutcher), Øystein Aarseth (Euronymous), Per Yngve Ohlin (Dead), dan Jan Axel Blomberg (Hellhammer)
Awalnya musik mereka dipengaruhi oleh genre death/speed metal, namun kemudian berkembang menjadi lebih unik. Tema-tema kekerasan dari death metal kemudian diimbuhi dengan nihilisme dan anti-agama, dipengaruhi oleh mitologi Norse, filosofi Friedrich Nietzsche, satanisme (walaupun Euronymous menolak paham satanisme Aleister Crowley dan Anton LaVey dan memandang setan dari perspektif Kristen).
     Deathcrush yang diproduksi sejumlah 1000 keping terjual cepat, dan diterbitkan ulang pada 1993 oleh Posercorpse Music, setelah digabung dengan Deathlike Silence Productions dan toko rekaman Euronymous Helvete. Rencana Euronymous adalah menjadikannya "...like a black church in the future. We've thought about having total darkness inside, so that people would have to carry torches to be able to see the records."
     Per Yngve Ohlin (Dead) dan Øystein Aarseth (Euronymous)
Pada 1988, Manheim dan Maniac meninggalkan band ini; Manheim karena ingin mencari pekerjaan tetap, Maniac setelah gagal bunuh diri dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Mereka digantikan oleh Dead dan Hellhammer.
     Dead, seperti namanya, memiliki sifat melankolis dan menggemari tema-tema kematian, pembusukan, dan kegelapan. Bahkan Euronymous, yang tidak menyukainya, khawatir akan kesehatan jiwanya. Walaupun demikian Dead memiliki banyak teman dalam dunia black metal, walaupun dianggap sedikit naif.
     Menurut Bard Eithun, "He (Dead) wasn't a guy you could know very well. I think even the other guys in Mayhem didn't know him very well. He was hard to get close to. I met him two weeks before he died. I'd met him maybe six to eight times, all in all. He had lots of weird ideas. I remember Aarseth was talking about him and said he did not have any humour. He did, but it was very obscure. Honestly, I don't think he was enjoying living in this world."
     Dead memiliki tingkah laku yang aneh; suatu kali ia mengubur pakaiannya di bawah tanah selama beberapa minggu sehingga ia dapat memakai pakaian tersebut yang sudah membusuk dalam suatu konser. Ia juga pernah memasukkan seekor gagak mati ke dalam kantong plastik untuk "menghirup hawa kematian" sebelum naik panggung. Hal ini makin memperkuat atmosfer musik Mayhem, dan lirik band ini berkembang menjadi satanisme, kegelapan, depresi, dan kejahatan. Dalam banyak pertunjukan mereka, kepala-kepala babi ditancapkan di atas tombak dan Dead melukai dirinya sendiri dengan pisau.
     Formasi dengan Dead dan Euronymous menjadi terkenal. Setelah beberapa pertunjukan di Norwegia dan Jerman (di mana Live in Leipzig direkam), Mayhem mulai merekam album mereka yang pertama, De Mysteriis Dom Sathanas.

Formasi klasik (1991-1993)
     De Mysteriis Dom Sathanas
Pada bulan April 1991, Dead mati bunuh diri dalam usia 22 tahun dengan tembakan di kepala dan luka-luka di pergelangan tangan, disebabkan oleh pisau berburu yang baru ia beli hari itu. Ia bunuh diri di rumah yang ia sewa bersama anggota-anggota Mayhem lainnya di Kråkstad, dan meninggalkan pesan "Excuse all the blood, Cheers" walaupun anggota-anggota Mayhem lain mengatakan isinya lebih panjang, termasuk "the knife was too dull to finish the job so I had to use the shotgun". Euronymous adalah yang pertama menemukan jenazahnya, dan ia mengambil beberapa foto yang kemudian digunakan sebagai sampul album bootleg Dawn of the Black Hearts.
     Menurut Occultus, yang menggantikan Dead sebagai vokalis Mayhem, "He (Dead) didn't see himself as human; he saw himself as a creature from another world. He said he had many visions that his blood has frozen in his veins, that he was dead. That is the reason he took that name. He knew he would die.."
     Peluru yang ia gunakan dikirim oleh seorang musisi dari Bergen, Norwegia bernama Kristian Vikernes (atau Varg Vikernes, Count Grishnackh; ex Old Funeral, satu-satunya anggota band black metal Burzum, yang kemudian membunuh Euronymous). Euronymous bersikap dingin dan oportunistis terhadap bunuh diri Dead; dalam beberapa wawancara ia mengatakan bahwa Dead bunuh diri karena musik death metal, jenis musik dari AS yang ditentang oleh black metal, semakin terkenal. Menurut Hellhammer, Euronymous mengambil beberapa potongan otak Dead dan membuat sop, dicampur dengan daging, sayuran, dan merica. "He'd always said he wanted to eat flesh, so he figured this was an easy way." Euronymous juga mengaku membuat kalung dari beberapa serpihan tengkorak Dead, dan mengirimnya ke beberapa musisi, misalnya band black metal Swedia Marduk.
     Pada 1993, Live in Leipzig diterbitkan dan dipersembahkan kepada Dead. Kemudian diikuti oleh bootleg Dawn of the Black Hearts. Karena band ini mulai diselidiki oleh polisi dan media massa, Necrobutcher hengkang dan tinggal tersisa dua anggota.
     Tahun itu juga, proses rekaman untuk De Mysteriis Dom Sathanas dilanjutkan dengan Attila Csihar sebagai vokalis dan Count Grishnackh sebagai bassist.
     Karena penyelidikan polisi pula, Euronymous terpaksa menutup toko rekamannya Helvete. Pada saat ini ia berhutang sekitar 30.000 NOK pada Grishnackh, namun menolak untuk membayar.
     Pada 10 Agustus 1993, Grishnackh pergi dari Bergen ke apartemen Euronymous di Oslo bersama Blackthorn (Snorre Westvold, dari band Thorns. Dalam perjalanan selama 7 jam itu, ia mampir ke rumah beberapa teman, menciptakan alibi dengan menyewa video atas nama mereka. Sampai di rumah Euronymous, Grishnackh menusuknya dengan pisau. Menurut otopsi Euronymous ditusuk 23 kali, 2 di kepala, 5 di leher, dan 16 di punggung. Walaupun demikian, Vikernes mengaku Euronymous jatuh di atas pecahan-pecahan kaca dari sebuah lampu yang jatuh ketika mereka berkelahi. Hal ini, menurutnya, menyebabkan luka-luka tusukan di tubuhnya.
     Walaupun kecurigaan awal jatuh ke orang-orang Swedia, Grishnackh meninggalkan bukti berupa salinan kontrak yang berlumur darah (digunakan sebagai alasan mengunjungi Euronymous). Dalam waktu beberapa hari, polisi dapat dengan cepat menangkapnya dengan tuduhan pembunuhan. Ia tetap merekam musik di penjara sebagai proyek yang bernama Burzum. Dengan hanya satu anggota tersisa, Hellhammer, Mayhem efektif bubar.

Tahun-tahun berikutnya (1994-sekarang)
     ki-ka Jørn Stubberud (Necrobutcher), Jan Axel Blomberg (Hellhammer), Attila Csihar (Attila), Rune Erickson (Blasphemer)
Pada 1994, De Mysteriis Dom Sathanas akhirnya diterbitkan setelah ditunda beberapa kali karena keberatan dari pihak keluarga Euronymous, yang ingin agar rekaman bass oleh Count Grishnackh dihapus. Walaupun Hellhammer sebagai satu-satunya anggota yang tersisa saat itu menyanggupi hal ini, ia sebenarnya tidak bisa main bass dan tidak mengubah rekaman itu sedikitpun.
     Pada 1995, Hellhammer memutuskan untuk menghidupkan kembali band ini. Untuk itu ia menggaet gitaris Blasphemer (Rune Erickson) dan dua mantan anggota Mayhem, Maniac dan Necrobutcher. Mereka merekam EP Wolf's Lair Abyss dan kemudian mereka menggelar beberapa konser di Eropa. Salah satunya di Milan, Italia, dengan bintang tamu Atilla Csihar, dan direkam untuk Mediolanum Capta Est.
     Pada tahun 2000, album kedua mereka Grand Declaration of War, diterbitkan. Album ini dipengaruhi oleh genre progressive dan avant-garde metal, merupakan album konsep dengan tema perang dan kiamat. Maniac tidak lagi menyanyi dengan vokal black metal namun dengan lirik dibacakan, dan hampir semua lagunya segue ke lagu berikutnya. Tanggapan terhadap album ini bermacam-macam, mulai dari kritik karena pengaruh avant-garde dan electronic, sampai pujian dari kritikus Brian Russ yang mengatakan album ini adalah "really the first cohesive work the band has ever done" dan "a fitting culmination to their career thus far". Banyak orang menganggap bahwa unsur-unsur electronic dalam album ini dilebih-lebihkan karena hanya muncul di satu lagu, "A Bloodsword and a Colder Sun."
     Empat tahun kemudian, Mayhem menerbitkan Chimera pada 2004, di mana mereka kembali ke gaya awal mereka, dengan produksi yang lebih baik. Chimera masih dipengaruhi oleh progressive metal, mungkin karena input dari Blasphemer. Pada 2004, Maniac dipecat dari Mayhem karena masalah dengan demam panggung yang menyebabkannya tergantung pada alkohol dan menolak tur. Dikatakan bahwa Necrobutcher mengusirnya dengan cara menendangnya ke bawah tangga setelah Maniac tidak mampu mengingat lirik lagu sebelum sebuah konser. Attila Csihar menggantikan Maniac.
     Mayhem saat ini sedang merekam album baru, berjudul Ordo ab Chao, direncanakan terbit pada 2006. Pada 4 Mei 2006, Mayhem memiliki kontrak dengan Season of Mist records, sebuah perusahaan rekaman Perancis yang menerbitkan banyak album black metal. Saat ini belum ada tanggal terbit yang pasti.

Kontroversi
     Seperti beberapa band black metal, Mayhem sering dihubungakan dengan neo-Nazisme. Tuduhan-tuduhan ini didasarkan oleh pernyataan-pernyataan rasis Hellhammer, foto Necrobutcher di depan Reichskriegsflagge dan merchandise band dengan emblem Totenkopf dan logo Nasjonal Samling. Logo ini dianggap ilegal di Norwegia karena rasis. Sampai saat ini tidak ada pernyataan resmi dari anggota-anggota Mayhem.

Anggota Mayhem (1981-1985)
Euronymous - gitar, vokal
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1986)
Messiah - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1986-1987)
Maniac - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Manheim - drum

(1987)
Kittil - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Torben - drum

(1988-1991)
Dead - vokal
Euronymous - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1992)
Occultus - bass, vokal
Euronymous - gitar
Hellhammer - drum

(1993)
Attila Csihar - vokal
Euronymous - gitar
Count Grishnackh - bass
Hellhammer - drum

(1993)
Attila Csihar - vokal
Euronymous - gitar
Blackthorn - gitar
Count Grishnackh - bass
Hellhammer - drum

(1994) Bubar

(1995-1997)
Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1997-1998)
Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Nordgaren - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(1998-2004)
Maniac - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

(2004-sekarang)
Attila Csihar - vokal
Blasphemer - gitar
Necrobutcher - bass
Hellhammer - drum

Terapi musik

     Terapi musik adalah proses interpersonal yang menggunakan musik untuk terapi aspek-fisik, emosional, mental, sosial, estetika, dan spiritual untuk membantu pasien dalam meningkatkan atau mempertahankan kesehatan mereka. Dalam beberapa kasus, kebutuhan pasien ditangani langsung melalui musik; di kesempatan lain mereka ditangani melalui hubungan yang berkembang antara pasien dan terapis.

     Terapi musik digunakan oleh individu dari segala usia dan dengan berbagai kondisi, termasuk untuk gangguan kejiwaan, masalah medis, cacat fisik, gangguan sensorik, cacat perkembangan, penyalahgunaan zat, gangguan komunikasi, masalah interpersonal, dan penuaan. Hal ini juga digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar, meningkatkan harga diri, mengurangi stres, mendukung latihan fisik , dan memfasilitasi sejumlah aktivitas lainnya yang berhubungan dengan kegiatan kesehatan.

     Salah satu yang paling awal menyebutkan terapi musik adalah di Al-Farabi. Makna risalah dari Akal, yang menggambarkan efek terapi musik di jiwa.
     Musik telah lama digunakan untuk membantu orang dalam mengatasi emosi mereka. Pada abad ke-17, sarjana Robert Burton dalam The Anatomy of  Melancholy berpendapat bahwa musik dan tari sangat penting dalam mengobati penyakit mental, terutama melankoli.
     Dalam catatannya musik yang memiliki "kekuatan yang sangat baik ... untuk mengusir penyakit" dan menyebutnya bahwa "obat sangat ampuh dalam melawan keputusasaan dan melankolis." Dia menunjukkan bahwa pada zaman purbakala, Canus, pemain biola Rhodian, menggunakan musik untuk "membuat seorang pria melankolis bergembira,  kekasih lebih terpikat, seorang yang religius lebih saleh."
     Pada bulan November 2006, Dr Michael J. Crawford dan koleganya juga menemukan bahwa terapi musik membantu pasien skizofrenia. Dalam Kekaisaran Utsmaniyah, penyakit mental diobati dengan musik.

Sejarah Musik

     Musik dikenal sejak kehadiran manusia modern Homo sapien yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tiada siapa tahu bila manusia mula mengenal seni dan musik. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah menunjukkan perubahan evolusi dari pemikiran otak manusia. Dengan otak manusia yang lebih pintar dari hewan, mereka membuat pemburuan yang lebih terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak ini, mereka bisa berpikir lebih jauh hingga di luar nalar dan mencapai imajinasi dan spiritual.
   
     Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk di antara mereka. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama panggilan untuk sesorang.

     Dalam kehidupan yang berpindah-pindah, mereka mungkin mendapat inspirasi untuk mengambil tulang kaki kering hewan buruan yang menjadi makanan mereka kemudian meniupnya dan mengeluarkan bunyi. Ada juga yang mendapat inspirasi ketika memperhatikan alam dengan meniup rongga kayu atau bambu yang mengeluarkan bunyi. Kayu dibentuk lubang tiup dan menjadi suling purba.

      Manusia menyatakan perasaan takut mereka dan gembira menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara mereka menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga di dalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat. Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut besar menjadi gendang.

Friday, 20 November 2015

LITTLE DRUMMER

Check out 10-year-old (at the time) Ryuga Uchida from Japan. At age 9, he received the Grand Prix in the Rhythm & Drums Magazine Contest 2009, the youngest winner in the contest's history. Talk about limb independence!

You can see more of Ryuda here http://bit.ly/ryuga-youtube and you can see all our interview episodes with today's biggest artists, educators and makers of gear in drumming at www.drumtalktv.com
‪#‎drummer‬



5 Year Old Drummer, Jonah Rocks
Playing Toxicity-SOAD

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada - Chrisye feat Ahmad Dhani

 
     Chrisye, pria bernama lengkap Chrismansyah Rahadi ini lahir 16 September 1949. sebelum menjadi solois, chrisye lebih dahulu bergabung dengan sebuah band bernama Sabda Nada yang kemudian diubah menjadi Gipsy. Namanya sebagai penyanyi mulai dikenal begitu menyanyikan lagu "lilin-lilin kecil".

     Salah satu lagunya yang berbau islami adalah lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada ini. Lagu duet dengan Ahmad Dhani ini populer di tahun 2000an. Liriknya yang langsung menohok keimanan seseorang ini membuat banyak pendengarnya berpikir ulang tentang arti kehidupan.
 
     Seperti memberi tau manusia tentang arti setiap ibadah yang mereka lakukan. Apakah benar-benar karena Allah SWT.

     Liriknya ciamik dan memang Ahmad Dhani ahli dalam hal itu. Namun beberapa isu berkata bahwa musiknya bukanlah ciptaannya melainkan hasil jiplak. Tapi ternyata tidak, Ahmad Dhani meminta ijin untuk membawakan lagu itu. Lagu ini diambil dari lagu seorang penyanyi Swedia bernama Stephen Simmond dengan lagu berjudul Tears Never Dry. Langsung aja cek ke Kaskus , soalnya gue lihat dari situ. Berikut makna dan liriknya menurut gue.

Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada
Chrisye feat Ahmad Dhani

Apakah kita semua
 Benar-benar tulus 
Menyembah pada-Nya
 Atau mungkin kita hanya 
Takut pada neraka 
Dan inginkan surga
(Lirik awal tanpa tendeng aling-aling langsung menohok kita dengan sebuah pertanyaan, apakah kita tulus menyembah Allah SWT atau karena ada alasan lain, yaitu takut pada neraka dan ingin surga. Benarkah kita beribadah untuk Allah SWT ataukah karena takut siksa nereka. Benarkah kita ibadah karena mencintai-Nya, atau karena inginkan surga.


Jika surga dan neraka tak pernah ada 
Masihkan kau bersujud kepada-Nya 
Jika surga dan neraka tak pernah ada
 Masihkah kau menyebut nama-Nya
(Bayangkan jika Surga dan Neraka tak pernah ada, mungkin mereka yang takut siksa neraka akan terus bermaksiat, mereka yang inginkan surga akan meninggalkan ibadahnya. Seperti anak kecil nakal yang akan terus nakal karena tak pernah ada hukuman, atau seperti murid yang merasa tak perlu belajar karena tak ada nilai. Padahal anak kecil nakal itu yang akan rugi sendiri bila ia terus nakal, dan sesungguhnya murid itu sendiri yang akan memetik manfaatnya bila ia belajar. Allah SWT tak pernah butuh kita, kitalah yang membutuhkannya.)


Bisakah kita semua 
Benar-benar sujud sepenuh hati
 Kar`na sungguh memang Dia
 Memang pantas disembah
 Memang pantas dipuja
(Lirik disini menyuruh kita mulai saat ini, untuk benar-benar beribadah karena Allah SWT. Karena memang Ia pantas untuk itu semua.)

Linkin Park – Leave Out All The Rest plus Lirik bahasa Indonesia


Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama “Linkin Park” sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.  Lalu apa hubungannya dengan lagu ini?

Lirik dan Makna Lagu Linkin Park Leave Out All The Rest

I dreamed I was missing
You were so scared
But no one would listen
Cause no one else cared

After my dreaming
I woke with this fear
What am I leaving
When I’m done here

So if you’re asking me
I want you to know

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

And don’t resent me
And when you’re feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest
[End Chorus]

Don’t be afraid
I’ve taken my beating
I’ve shared what I made

I’m strong on the surface
Not all the way through
I’ve never been perfect
But neither have you

So if you’re asking me
I want you to know

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

Don’t resent me
And when you’re feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest
[End Chorus]

Forgetting
All the hurt inside
You’ve learned to hide so well

Pretending
Someone else can come and save me from myself
I can’t be who you are

[Chorus]
When my time comes
Forget the wrong that I’ve done
Help me leave behind some
Reasons to be missed

Don’t resent me
And when you’re feeling empty
Keep me in your memory

Leave out all the rest
Leave out all the rest

Forgetting
All the hurt inside
You’ve learned to hide so well

Pretending
Someone else can come and save me from myself
I can’t be who you are
I can’t be who you are

LINKIN PARK –TINGGALKAN SEMUANYA

Aku bermimpi aku menghilang
Kau begitu ketakutan
Tapi tak seorang pun mendengarkan
Karena tak ada seorang pun yang peduli

Setelah mimpiku (berakhir?)
Aku bangun dengan ketakutan ini
Apa yang aku (akan) tinggalkan
Jika aku selesai di sini (/di dunia ini?) (meninggal maksudnya?)

Jika kau tanyakan pada ku
Aku ingin kau tahu

Jika saatku tiba
Maafkan semua kesalahan yang telah kulakukan
Bantu aku tinggalkan beberapa
alasan untuk dirindukan

dan jangan membenci ku (?)
dan jika kau merasa “kosong” (?)
simpan aku di dalam ingatan mu
Tinggalkan semuanya
Tinggalkan semuanya

Jangan takut
Aku “mengambil” detak jantungku
Aku telah berbagi apa yang telah ku alami

Aku tangguh (/kuat?) di permukaan (di bagian luar?)
Tidak di sepanjang perjalanan
Aku tidak pernah sempurna
Dan begitu juga dirimu

Lupakan semua luka di dalam yang kau simpan dengan baik
Berpura-pura seseorang akan datang dan menyelamatkan dari diriku sendiri
Aku tidak bisa menjadi seperti dirimu
Aku tidak bisa menjadi seperti dirimu

Lirik ini bercerita tentang seseorang yang telah berbuat salah di masa lampau, hingga akhirnya dia merasa takut. Lirik ini lebih mirip sebuah pengakuan kepada seseorang – Chester Bennington, Vokalis Linkin Park mengatakan bahwa dia menyanyikan “Pretending someone else can save me from myself” pada akhir lirik lagu, agar lirik lagu ini lebih terkesan seperti surat permintaan maaf, yg menginginkan agar orang-orang mengingat hal-hal manis tentang dirinya – bukan hal-hal yg buruk.

Andra and The Backbone – Sempurna

Mungkin kesempurnaan yang dikatakan oleh sang penyanyi memang hanya berada di depan matanya saja. Begitulah, cinta memang membuat seseorang buta. Ketika anda mencintai seseorang, anda akan merasa orang yang anda cintai benar-benar adalah orang yang paling tepat untuk anda, hal ini tercermin oleh syair lagu ‘tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu’. Tidak bisa dipungkiri ini memang salah satu dari ‘The Seven Habit of Highly Defective Dating’.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memujamu

Di setiap langkahku
ku kan slalu memikirkan dirimu
tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

*
janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu ku menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa

kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu…
sempurna
sempurna

kau genggam tanganku
saat diriku lemah dan terjatuh
kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku

janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa

kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu…
sempurna
sempurna

back to *

Lagu yang terlalu amat sangat lebay sekali menurut saya. Pada kenyataannya memang tidak ada orang sempurna, sungguh kesempurnaan tidak dapat diraih oleh manusia, walaupun demikian kita harus selalu berusaha meraih kesempurnaan itu.

Mungkin kesempurnaan yang dikatakan oleh sang penyanyi memang hanya berada di depan matanya saja. Begitulah, cinta memang membuat seseorang buta. Ketika anda mencintai seseorang, anda akan merasa orang yang anda cintai benar-benar adalah orang yang paling tepat untuk anda, hal ini tercermin oleh syair lagu ‘tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu’. Tidak bisa dipungkiri ini memang salah satu dari ‘The Seven Habit of Highly Defective Dating’. Huehuehue

Lagi-lagi, ketika seseorang sedang merasakan cinta, ia pasti tidak bisa membayangkan hidupnya bila cinta itu telah pergi dari dirinya. Ia telah menganggap sang cinta itu adalah darah, jantung, bahkan hidupnya.
Tapi setelah saya pikir mungkin ini bukanlah maksud dari sang penulis lagu ini. Mungkin ini hanyalah lagu dengan kata-kata yang biasa digunakan oleh sang lelaki kepada kekasihnya, tanpa memandang arti sebenarnya dari lagu ini.
Mungkin ini adalah lagu yang sebenarnya ditujukan untuk menceritakan kepada sang kekasih, bahwa sebenarnya cinta yang diterimanya sungguh benar-benar mengubahkan hidupnya.


Ustad Jefry Al Buchory – Sepohon Kayu

     Lagu Sepohon Kayu ini dipopulerkan oleh Ustaz Jefri Al-Buchori. Lagu ini juga pernah dinyanyikan oleh Umam, Wafiq Azizah. Menurut salah seorang kawan yang di Malaysia, lagu ini sebelumnya populer sebagai lagu anak-anak di Malaysia. Lagu Sepohon Kayu ini memuat makna yang mendalam tentang pesan untuk selalu bersembahyang kepada Allah.

Album : Lahir Kembali
Munsyid : Ust. Jefri

Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami bekerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami sembahyang fardhu sembahyang
Sunnah yang ada bukan sembarang
Supaya Allah menjadi sayang
kami bekerja hatilah riang

Kami sembahyang lima lah waktu
Siang dan malam sudahlah tentu
Hidup di kubur yatim piatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu

Dipukul dipalu sehari-hari
Barulah ia sadarkan diri
Hidup di dunia tiada berarti
Akhirat di sana sangatlah rugi

Kebaikan:
lagu ini mempunyai makna yg bagus, dimana menceritakan kita sebagai muslimin agar taat kepada Alloh, seperti yg terdapat pada bait yg ada di lagu buat apa kita hidup sampai seribu tahun tapi kita meniggalkan shalat, maka sia-sialah hidup kita.

NB:
saya posting tulisan ini untuk mengenang kepergian Ustad Jefry, dia memang idola bagi rakyat indonesia namun tetap yg harus kita sembah adalah ALLOH lalu yg idolakan adalah Rasululloh SAW, pasti almarhum pun bersifat seperti itu.

Semoga bisa diambil hal positif dari tulisan ini dan jika ada kesalahan penulis minta maaf. Wassalamualaikum

MAKNA FILOSOFIS DARI LAGU DAERAH JAWA “GUNDUL-GUNDUL PACUL” – Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga – “Gundul-gundul pacul”
Tidak banyak kita yang tahu arti lagu daerah, khususnya lagu yang sebenarnya biasa kita dengar. Tetapi ternyata masih banyak yang belum mengerti dan paham maksud lagu daerah yang sering dilantunkan, sejak kita kecil hingga besar. Padahal lagu ini sungguh penuh arti dan penghayatan

Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400 an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.
MAKNA FILOSOFIS DARI LAGU DAERAH JAWA “GUNDUL-GUNDUL PACUL”

Gundul:
adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.
Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Sedangkan pacul:
adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat.
Pacul:
adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul artinya:
bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas).Artinya bahwa:
kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal

bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.


Thursday, 19 November 2015

Lirik, Asal usul, Arti lagu Jali-Jali

     Lagu “Jali-Jali” kerap dimainkan oleh kaum China peranakan, tetapi asal-muasal ide lagu itu mestinya dari khazanah budaya Betawi. Hal itu lantaran di dalam kebudayaan Betawi, “Jali-Jali” mendapat apresiasi yang tinggi. Jali-Jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi.

     Sejak masa kanakkanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali-jali. Anak-anak menjadikan buah itu sebagai pelor senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu dan karet gelang. Asal usul lagu jali jali Asal usul lagu jali jali – Sejarah Lagu Jali Jali di yakini oleh Beberapa kelompok lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum China peranakan Jakarta melalui music tradisional mereka, gambang kromong. Sementara penduduk asli Jakarta, yaitu orang Betawi, mengakui bahwa merekalah ibu kandung yang sah dari lagu tersebut.

     Orang Betawi memang mengenal musik gambang kromong. Lagu “Jali-Jali” kerap dimainkan oleh kaum China peranakan, tetapi asal-muasal ide lagu itu mestinya dari khazanah budaya Betawi. Hal itu lantaran di dalam kebudayaan Betawi, “Jali-Jali” mendapat apresiasi yang tinggi. Jali-Jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Sejak masa kanakkanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali-jali. Anak-anak menjadikan buah itu sebagai pelor senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu dan karet gelang. Ibu-ibu suku Betawi sewaktu-waktu mengolahnya menjadi bubur yang populer disebut ‘bubur jali’.

     Sementara para gadis remajanya meronce jali-jali sebagai tirai pintu kamar mereka. Sedangkan para alim ulama Betawi menjadikannya sebagai biji-biji tasbih untuk berzikir. Lantas, secara bersama, kaum Betawi mencomot dan mengabadikan nama buah itu ke dalam perbendaharaan bahasa mereka ‘jali’ yang berarti‘ bersih dan rapi’.

     Orang indo—sebutan untuk orang peranakan atau hasil perkawinan silang orang Indonesia dengan orang dari negara lain—pun harus diperhitungkan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas keberadaan lagu “Jali-Jali”. Lagu tersebut memang sering dimainkan dalam orkes keroncong paraindo. Bahkan, menjadi salah satu lagu penting para “buaya keroncong” alias mereka yang keterlaluan cintanya pada keroncong

Lirik / syair lagu jali jali

ini dia si jali-jali
lagunya enak lagunya enak merdu sekali
capek sedikit tidak perduli sayang
asalkan tuan asalkan tuan senang di hati

palinglah enak si mangga udang hei sayang disayang
pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang
palinglah enak si orang bujang sayang
kemana pergi kemana pergi tiada yang m’larang

disana gunung disini gunung hei sayang disayang
ditengah tengah ditengah tengah kembang melati
disana bingung disini bingung sayang
samalah sama samalah sama menaruh hati

jalilah jali dari cikini sayang
jali-jali dari cikini
jalilah jali sampai disini

Lirik dan makna Lagu November Rain - Gun’s n Roses

Lagu ini adalah salah satu lagu terpanjang yang pernah ada. Karena itu tidak heran kalau lagu ini memiliki empat bagian lagu yang dipisahkan oleh tiga solo oleh masing-masing anggota grup band GnR ini.

Tidak bisa dipungkiri, ada masanya ketika suatu saat suatu hubungan berjalan tidak seperti yang dulu. Ada rasa cinta yang sudah terlalu lama sehingga terkesan basi. Semuanya itu seperti rasa cinta yang tertahan, ada yang mengganjal. Tapi apakah yang mengganjal itu?

Author : Gun’s n Roses

When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin’ when I hold you
Don’t you know I feel the same

Nothin’ lasts forever
And we both know hearts can change
And it’s hard to hold a candle
In the cold November rain

We’ve been through this such
A long long time
Just tryin’ to kill the pain

But lovers always come
And lovers always go
An no one’s really sure
Who’s lettin’ go today
Walking away

If we could take the time
To lay it on the line
I could rest my head
Just knowin’ that you were mine
All mine

So if you want to love me
Then darling don’t refrain

Or I’ll just end up walking
In the cold November rain

Do you need some time on your own
Do you need some time all alone

Oooooh everybody needs some time
On their own

Oooooh don’t you know you need some time
All alone

I know it’s hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you

But if you could heal a broken heart
Wouldn’t time be out to charm you
Woah oh ohh woah oh

*Solo*

Sometimes I need some time
On my own

Sometimes I need some time
All alone

Ooooh everybody needs some time
On their own

Ooh don’t you know you need some time
All alone

*Solo*

And when your fears subside
And shadows still remain
(Ohh ohh ohh) Ohh Yeah (ohh ohh oh oh)

I know that you can love me
When there’s no one left to blame
(Ohh ohh ohh ohh ohh)
So never mind the darkness
We still can find a way

Cause nothin’ lasts forever
Even cold November rain

*Solo*

Ohhh ohhh ohhh ohh ohhh
Nobody needs nobody
Nobody needs no one

Don’t you think that you need somebody
Don’t you think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one, you’re not the only one

Don’t you think that you need somebody
Don’t you think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one, you’re not the only one

Don’t you think that you need somebody
Don’t you think that you need someone
Everybody needs somebody
You’re not the only one, you’re not the only one

Don’t you think that you need somebody
Don’t you think that you need someone
Everybody needs somebody

Di sini sang penggubah lagu melihat rasa cinta yang tertahan di mata kekasih hatinya. Ketika ia memegang kekasih hatinya itu, ia juga merasakan hal yang sama. Sang penyair mengakui segala sesuatu yang terjadi di atas bumi ini tidak akan berlangsung selamanya. Dan mereka juga mengetahui hati mereka berdua dapat berubah. Mereka tidak dapat menahan api lilin untuk terus menyala di bawah hujan seperti pada bulan November ini.

Mereka sudah terlalu lama merasakan rasa yang kosong itu. Dan sang penyair berusaha untuk menghilangkan rasa sakit itu, entah bagaimana pun caranya.

Sang penyair mengakui, cinta bisa datang, bisa juga ia pergi. Tidak ada orang yang bisa tahu siapakah yang akan pergi, dan siapakah yang akan datang.

Kalau saja sang kekasih memiliki waktu sebentar saja untuk memastikan hubungan mereka berdua. Sang penyair sudah cukup merasa tenang. Jika ingin mencintai sang penyair, sebaiknya sang kekasih tak perlu menahan diri untuk menyatakannya. Kalau tidak demikian, sang penyair akan berjalan sendirian dalam dinginnya hujan di bulan November.

Karena itu ia bertanya kepada kekasihnya, mungkin jika ia berbahasa Indonesia ia akan bertanya, “Apakah kamu mau break (berhenti) sejenak? Apakah kamu membutuhkan waktu yang khusus untuk dirimu sendiri? Sendirian saja?”
Saya kira sang kekasih menolaknya
Karena itu sang penyair membujuknya dengan berbagai cara agar sang kekasih mau untuk break sejenak.
“Setiap orang membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, tidakkah kamu tahu kalau kamu juga butuh waktu untuk sendiri?”

Sang penyair menyadari ada sebuah kesulitan untuk mempertahankan keterbukaan di antara mereka berdua, terlebih ketika teman-teman semakin memperburuk suasana. Namun bila saja sang kekasih mau mencoba, waktu akan dapat memperbaiki suasana yang buruk tadi.

Tidak cukup hanya itu, di bagian kedua dari lagu ini sang penyair juga menyatakan kebutuhannya. Ia juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri.

Di bagian ketiga, sang penyair menunjukkan apa yang akan terjadi setelah ketakutan sang kekasih telah mereda, meskipun ada sesuatu yang masih membayangi. Sang kekasih dapat mencintai sang penyair ketika sang kekasih tidak lagi menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi. Kegelapan tidak ada artinya, karena mereka berdua tetap dapat mencari sebuah jalan. Sebab segala sesuatu akan berlalu, bahkan dinginnya hujan di bulan November pun akan berakhir.

Di bagian keempat sekaligus bagian yang terakhir, kemungkinan besar sang penyair suda benar-benar tidak tahan lagi. Dia mengulangi lagi, bahkan kali ini dengan nada yang lebih keras. “Sesuatu yang tidak ada, tidak butuh siapa pun juga. Tidakkah kamu tahu, kamu butuh seseorang?”

Tapi saya agak ragu apakah yang dimaksud dengan “You’re not the only one.” Ada dua versi:
1. Sang kekasih bukan satu-satunya orang yang ada di dunia ini. Sang penyair masih butuh orang lain lagi, tidak hanya diri sang kekasih itu saja. Tapi sepertinya makna yang satu ini agak tidak nyambung jika dihubungkan dengan lirik sebelumnya yang justru menjadikan diri sang kekasih sebagai subjek.
2. Sang kekasih bukan siapa-siapa. Bahkan bisa dibilang orang yang sama sekali tak pernah ada. Mungkin ini terlihat agak ekstrim, tapi hal ini lebih cocok kalau dihubungkan dengan bait sebelumnya, ‘Sesuatu yang tidak ada, tidak butuh siapa pun juga.’

Tapi pada dasarnya, setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk memahami sebuah lagu. Selanjutnya terserah kepada anda.

Teks lagu Es Lilin dan sedikit kamus bahasa sunda

Es lilin mah ceuceu didorong-dorong
dibantun mah geuningan ka Sukajadi
abdi isin ceuceu samar kaduga
sok sieun mah aduuh henteu ngajadi

Es lilin mah ceuceu buatan Bandung
dicandakna geuningan ka Cipaganti
abdi isin jungjunan duh bararingung
sok inggis mah aduuh henteu ngajadi

Itu saha dunungan nu nungtun munding
digantelan geuning ku saputangan
itu saha dunungan ku ginding teuing
sing horeng mah aduh geuning jungjunan

Es lilin mah ceuceu dikalapaan
raosna mah geuningan kabina-bina
abdi alim dunungan paduduaan
sok sieun mah dibantun kamana-mana

Kamana mah dunungan ngaitkeun cingcin
ka kaler mah aduuh katojo bolat
kamana mah dunungan ngaitkeun pikir
sakieu mah aduuh panas hatena.

Sakiceup Kamus Sunda - Indonesia

ceuceu               : panggilan untuk perempuan yang lebih tua atau sebaya / kakak
ahir                    : akhir
ieu                      : ini
urang                 : kita
atanapi               : tetapi
abdi                    : saya
ngadangu            : mendengar
sanajan                : walaupun
ngan                    : hanya
wungkul              : saja
leres                    : benar
saleresna             : sebenarnya
dianggo               : digunakan/dipakai
ku                        : oleh, dengan
pikeun                 : untuk
asa                       : serasa
waas                    : perasaan hati yang muncul ketika teringat akan kenangan atau berada di tempat                                     yang nyaman atau indah
saban                   : setiap
sakedik                : sedikit
seratan                 : tulisan
nu                        : yang
bade                     : mau/akan
dieu                     : sini
ngaemutan          : mengingatkan
kumaha               : bagaimana
rumpaka              : lirik
kunaon                : mengapa
disebat                 : disebut
kieu                     : begini
mangga               : silahkan
emut                    : ingat
terasan                 : kelanjutan
tipayun                : duluan / terdepan
diserat                 : ditulis
upami                  : jika
ditaros                 : ditanya
kitu                      : begitu
kadangkala          : terkadang
jalmi                    : orang
dilebetna              : didalamnya / termasuk
neraskeun             : melanjutkan
kecap                    : kata
heureuy                 : bercanda
eta                        : kata penunjuk jarak antara ‘ini’ dan ‘itu’, penunjuk sesuatu yang sudah diceritakan                                sebelumnya
janten                   : jadi
terasanana            : kelanjutannya
sanes                    : bukan
hayu                     : ayo, mari
tingali                   : lihat
lengkep                 : lengkap
dibantun               : dibawa
ka                          : ke
isin                        : malu
samar                    : ragu-ragu
kaduga                  : kuat, berani
sok, osok               : suka, sering
sieun                      : takut
henteu                    : tidak
ngajadi                   : terjadi
dicandakna             : dibawanya
geuning/an              : ternyata
jungjunan               : kekasih
bararingung            : bingung
inggis                      : khawatir
saha                         : siapa
dunungan                : majikan, atasan
nungtun                   : menuntun
munding                  : kerbau
digantelan                : digantungi
ginding                    : mentereng, perlente
teuing                       : sekali, sangat
sing horeng              : ternyata / kata antar untuk menunjukkan hal tak terduga
dikalapaan                : diberi kelapa
raosna                       : rasanya enak
kabina-bina               : sungguh terlalu
alim                           : tidak mau
paduduaan                 : berduaan
cingcin                       : cincin
kaler                          : utara
katojo                        : ke arah
kamana                     : kemana
hatena                       : hatinya

Wednesday, 18 November 2015

Various Indonesian Traditional Musical Instruments Recognize and Patented

Who ever knows what the exact number of Indonesian traditional musical instrument. It's an intellectual property Indonesian culture is priceless. But on the other hand there are many who do not know even had never heard of the traditional musical instruments are played, amid the rush of modern music industry traditional musical instruments is increasingly marginalized.


Angklung from West Java













And after previously claimed by Malaysia: Finally Angklung Indonesia recognized by UNESCO, Malaysia Not Again claim.


Kulintang of North Sulawesi










Rebana from Java













Sasando of NTT













Traditional musical instrument is a musical instrument typical of Indonesia has many varieties from various regions in Indonesia, but many of the traditional Indonesian musical instrument 'stolen' by other countries for the addition of the culture and art of music itself with copyright patent art and culture of Indonesia.

And even more worrying is when the traditional musical instrument that has begun to be forgotten, we suddenly startled when other countries can freely claim that the traditional musical instrument is theirs. Remember Angklung events. Although later Angklung listed as Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity Indonesia of UNESCO in November 2010. However, there are many more traditional musical instruments we threatened 'stolen' as Bonang, Calempong, Xylophone, Kenong, Saron, etc. by other countries, even shamelessly their enrolled as on a website.

Claimed other countries

To know more about Indonesian traditional musical instrument, please click on the E-BOOK ABCD Indonesian Traditional Musical Instruments.

The following 28 type of traditional Indonesian musical instrument quoted from wikipedia include the following: (Please click on the desired instrument for more detail)

Angklung
Bende
Calung
Dermenan
Gamelan
Gandang Tabuik
Gandang Bali
Gandang Karo
Gandang Melayu
Gong Kemada
Gong Lambus
Jidor
kecapi suling
Gandang Java
Kenong
Kulintang
Rebab
Rebana
Saluang
Saron
Sasando
Serunai
Seurune Kale (Aceh)
Suling Lembang
Suling Sundanese
Talempong
Tanggetong
Tifa
and others ....
Here Update Picture Other Traditional Musical Instruments:



Bonang barung of Java






Kenong of Java







Gandang from Java












Rebab from West Java













Saron from Central Java







Siter














Trumpet reog of East Java











Sampek of Borneo













And much more…..

Let's recognize the traditional Indonesian musical instrument that spread from Aceh to Papua level through link e-BOOK ABCD Indonesian Traditional Musical Instruments of this, before they 'lost' or become extinct swallowed by time.

INI DAUN SI PENGHANCUR KENCING BERNANAH DAN BATUK BERDAHAK,BATUK BERDARAH,DISENTRI DAN BERI-BERI,NYERI HAID, TOLONG DI SHARE !!!


   Daun Suji umumnya dipakai sebagai pewarna alami makanan, terlebih pada masakan tradisional. Warna daun suji yang hijau cerah alami memang lebih digemari oleh ibu-ibu, daripada menggunakan pewarna makanan sintetis.

     Daun Suji sesungguhnya dapat juga dipakai sebagai obat alami untuk sebagian penyakit seperti batuk derdahak serta berdarah, kencing nanah, disentri serta beri-beri. bahkan juga untuk wanita yang sering alami nyeri sat haid daun suji bisa diminum untuk meredakan sakit waktu haid.

     Banyak kandungan zat bermanfaat dalam daun Suji atau dalam bhs ilmiahnya dimaksud Pleomele angustifolia. Salah satunya yaitu senyawa klorofil yang berperan juga sebagai antioksidan dan mempunyai daya hipokolesterolemik (kemampuuan menurunkan kandungan cholesterol dalam darah) secara in-vivo (pengujian memakai hewan uji). Ke-2 aktivitas kimiawi ini sangatlah baik untuk menekan penyakit arterosklerosis. sisi dari batang, akar, serta daun dapat juga dimafaatkan untuk menyembuhkan sebagian penyakit salah satunya kencing nanah, disentri serta beri-beri, nyeri lambung, nyeri haid, serta penawar racun.
     Selain itu buah daun suji bisa menyembuhkan oang yang kurang nafsu makan, serta turunkan tekanan darah tinggi. Daunnnya bermanfaat untuk mengoobati sakit kepala, obat luar untuk beri-beri. Getah daunnya bisa digunakan untuk menebalkan rambut.

– Obat alami batuk berdahak serta batuk berdarah
20 lembar daun suji bersihkan bersih, tumbuk hingga halus lebih sedikit ait lebih kurang 1/2 gelas, peras airnya untuk diminum 2 kali satu hari pagi serta malam hari.

– Obat alami penyakit kencing bernanah, disentri serta beri-beri
Daun suji di rebus sampai airnya sisa 1/2 bagian. untuk diminum 2 kali satu hari.

– Obat alami nyeri haid
Daun suji di rebus sampai airnya sisa 1/2 bagian, untuk diminum.

Teks Lagu Mojang Priangan dan pengertiannya

Mojang Priangan

Angkat ngagandeuang,
bangun taya karingrang
Nganggo sinjang dilamban,
Mojang priangan
Umat imut lucu,
sura seuri nyari
Larak lirik keupat,
mojang priangan.

Diraksukan kabaya
Nambihan cahayana
Dangdosan sederhana
mojang priangan

Gareulis maranis
Disinjang lalenjang
Estu sono mun leumpang
Mojang Priangan ...

Digigirna ge lenggik
Dihareupna ge sieup
Ditukangna lenjang
Mojang Priangan ...

Diraksukan kabaya
Nambihan cahayana
Dangdosan sederhana
Mojang priangan ... 2X

Mojang anu donto
Matak sono nu nempo
Mun tepung sono ka
Mojang Priangan ...



Mojang priangan itu
     Kalau dari asal katanya berarti: mojang = wanita, priangan= wilayah priangan (Jawa Barat). Jadi, mojang priangan adalah wanita yang berasal dari daerah Jawa Barat –yang notabene merupakan daerah sunda, dan reff nya lebih ke daerah Bandung.
     Kebetulan Bandung sebagai ibukota Jawa Barat, konon, mojang priangan terkenal cantik dengan kulit yang lebih cerah, walaupun tentu saja tidak semua seperti itu, karena semua wanita dari seluruh wilayah Indonesia itu menurut saya sih punya kecantikan yang khas, apapun warna kulitnya.
     Dalam bayangan saya, mojang priangan itu lekat dengan imej wanita yang lembut nan cantik, memakai kebaya lengkap, sanggul, kain yang di’lamban’ di pinggirnya, dan lain –lainnya. Lamban itu dalam bahasa indonesia, apa ya.. mungkin semacam lipatan tiga atau lebih di tepi kain, dipakai pas di badan sehingga cara jalan pun harus disesuaikan, pokoknya anggun.
     Tapi sepertinya itu adalah penampilan mojang priangan yang agak jadul ya, apalagi kain yang di’lamban’, sekarang rasanya jarang melihat kain dengan gaya seperti itu.

Teks Lagu PILEULEUYAN

PILEULEUYAN

Hayu batur hayu batur urang kumpul sarerea

Hayu batur hayu batur urang sosonoan heula

Pileuleuyan pileuleuyan sapu nyere pegat simpay

Pileuleuyan pileuleuyan paturay patepang deui

Amit mundur amit mundur amit ka jalma nu rea

Amit mundur amit mundur da kuring arek ngumbara

     Tentang Lagu Pileuleuyan:
pileuleuyan berarti Berpisah untuk berjumpa lagi, ada juga yang bilang kalau artinya adalah yang selalu dirindukan.
     Pileuleuyan itu mah kata orang Sunda, perpisahan itu memang tidak enak, tetapi apa boleh buat, apa hendak dikata, perpisahan kadang merupakan awal dari kemajuan karir seseorang, perpisahan dengan teman, tetangga, sejawat di kantor dll, tentunya akan membawa suasana haru, sedih, kadang menangis, tetapi biasanya hanya berlangsung sebentar saja, setelah itu semuanya akan berjalan sebagaimana biasa lagi.
     Maunya sih memang tidak usah ada perpisahan, tapi kayaknya sudah jadi hukum alam bahwa setiap ada perjumpaan pasti akan ada perpisahan.

Tuesday, 17 November 2015

BUBUY BULAN, Lirik, Makna, Terjemahan Bahasa Indonesia

BUBUY BULAN
lyrik:

Bubuy bulan-bubuy bulan sanggray bentang

Panon poe-panon poe disasate

Unggal bulan-unggal bulan abdi teang

Unggal poe-unggal poe oge hade

Situ Ciburuy laukna hese dipancing

Nyeredet hate ningali ngeplak caina

Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing

Nyeredet hate ningali sorot socana


Pembahasan:

     Bubuy bulan = bulan di bubuy (dibakar dengan cara memasukan ke bara api),
maksudnya bulan adalah Rasullullah SAW, seperti lagu Thola’al Badru Alaina artinya telah datang bulan purnama kepada kami. Bulan purnama disini adalah Rasullullah SAW. Jadi arti bulan dalam lagu “Bubuy Bulan” adalah ajaran Rasullulah SAW. Bubuy disini adalah perumpamaan dari pembumi hangusan ajaran rasulullah SAW.

     Sanggray Benthang = bintang di sangray (digoreng tanpa menggunakan minyak goreng),
bintang adalah perlambang dari Ahlul Bait Rasulullah SAW,seperti dalam hadits: Bintang-bintang adalah penunjuk bagi pelaut agar tidak tersesat,dan ahlul baitku adalah bintang-bintang bagi umatku,yang bila berpegang pada mereka niscaya akan selamat dunia akhirat.
     Namun dalam lagu ini para ulama terdahulu mau menunjukkan kepada kita betapa ajaran Rasulullah SAW yang telah diteruskan kepada ahlulbaitnya sebagai wasi’ atau penjaga agama rasul telah di “sangray”,maksudnya telah dikhianati dengan cara yang kejam,

     Panon poe,panon poe disasate = matahari disate berkali-kali (sasate mengandung arti pengulangan),  matahari mengandung arti para ulama yang menyampaikan ajaran Rasul dan ahlul baitnya, cahayanya memancar keseluruh umat memberikan penerangan-penerangan yang dengan cahayanya manusia dapat membedakan mana yang baik dan buruk bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat, namun matahari-matahari ini di sasate, yang mengandung arti dibantai,dibunuh dengan kejam dan licik, agar ajaranya hilang dari muka bumi, tujuan pembantaian para ulama ini adalah demi langgengnya kekuasaan atau demi tujuan politik, dan hal ini berlangsung sejak wafatnya rasulullah SAW,dengan puncak kesadisan yang tidak ada bandingnya dalam peradaban manusia, ketika cucu Rasullullah SAW dan keluarga rasulullah SAW yang lain dibantai dengan sadis.
     Peristiwa karbala dan peristiwa-peristiwa pembantaian yang lain kepada pecinta keluarga rasul, menyebabkan terjadinya hijrah besar-besaran untuk menyelamatkan agama rasul dan keluarganya, dan Nusantara adalah salah satu tempat hijrah mereka, itulah sebabnya selama 600 tahun ajaran rasullullah SAW berkembang pesat dinegara ini, sampai datangnya musuh-musuh Allah yang berkedok ulama, karena hasadnya mereka membumihanguskan ajaran rasul, yang diwariskan kepada ahlulbaitnya dan disampaikan oleh para ulama pecinta ahlul bait, para ulama ini dibantai, kitab-kitabnya dibumihanguskan, untuk menghilangkan ajaran rasul. Pesan inilah yang disampaikan pada 3 baris pertama lagu Bubuy Bulan, pada baris ke tiga lebih ditekankan pada sosok seorang ulama, yang syahid dibantai, ulama ini mempunyai gelar Syamsuddin = mataharinya agama = panon poe = matahari.
     Kesedihan yang luarbiasa dahsyat ia alami atas kejadian tersebut, kesedihan yang ia tuangkan dalam syair-syair berikut; Unggal bulan-unggal bulan, abdi teang=setiap ada bulan saya mencari,

     Unggal poe, unggal poe= tiap hari saya juga mencari
     Oge hade = pencarian tersebut sama bagusnya,
kegiatan mencari dan pencarian disini melambangkan ikhtiar dan do’a melindungi sisa-sisa dari pembantaian dan usahanya mencari pengganti gurunya yang syahid tersebut, ikhtiar dan do’a tersebut bagusnya dilakukan malam hari, kalimat ini bisa jadi suatu pemberitahuan atau bahasa rahasia, untuk berguru dimalam hari dalam rangka ikhtiar mencari ilmu dan melindungi sisa-sisa pembantaian tersebut, dalam hal ini mungkin anak atau keluarga dari ulama tersebut. Namun lebih bagus juga (oge hade) bila tiap hari pun melakukan usaha yang sama.

     Situ ciburuy,laukna hese’dipancing = kalimat ini lebih kepada keterangan tempat dan waktu,
ditekankan pada kata situ ciburuy = tempat dan lauk yang berarti sengkalan, sistem penanggalan yang diajarkan oleh para wali, ikan disini berarti tahun: bagian-bagian ikan dibaca dari atas kebawah = dari kepala ke ekor: kepala;1, badan;1 sirip;2 ekor;1 =1121, berarti kejadian ini terjadi pada tahun 1121 di situ ciburuy atau puncak pembantaian terjadi pada 1121,600 tahun setelah pemerintahan ahlul bait yang adil makmur merata di nusantara.

      Nyaredet hate = sedih susah ngenes, pilu, sakit hati yang luar biasa tapi gak ada yang bisa diperbuat,

     Ningali ngeplak cai na = melihat darah (ulama yang menjadi gurunya) ditumpahkan dengan sengaja

     Ngeplak = air dalam jumlah besar ditumpahkan secara sengaja

     Cai = dalam b.sastra sunda bisa berarti darah atau air,

     Duh eta saha nu ngalangkung unggal enjing; siapakah itu yang hadir setiap pagi,

     Nyaredet hate; mengiris hati (melihat yang hadir tiap pagi itu,mengingat kejadian diatas,peristiwa ketika gurunya syahid bergelimang darah)

     Ningali sorot socana; melihat sorot matanya (yang tegas),sorot matanya yang tegas itu lah yang mengingatkan si penembang syair ini teringat akan gurunya yang selama ini ia selalu berusaha mencari gantinya malam dan siang. sorot socana; pandangan mata yang tegas, lawannya cai socana; pandangan mata yang lembut. Sorot hanya ditujukan untuk laki-laki.

 Artinya :

membakar bulan

membakar bulan- membakar bulan menggoreng bintang
Matahari-matahari disate
Setiap bulan-setiap bulan saya jemput
Setiap hari-setiap hari juga baik

Danau ciburuy ikannya susah dipancing
Hati bergetar melihat air yang jernih
Tuh,itu siapa yang lewat setiap pagi
Hati bergetar melihat sorotan matanya

Setiap bulan-setiap bulan saya jemput
Setiap hari-setiap hari juga baik


Danau ciburuy ikannya susah dipancing
Hati bergetar melihat air yang jernih
Tuh,itu siapa yang lewat setiap pagi
Hati bergetar melihat sorotan matanya

Setiap bulan-setiap bulan saya jemput
Setiap hari-setiap hari juga baik

isi dari lagu kawih tersebut :

menceritakan tentang perasaan orang yang sedang  jatuh cinta,yang diibaratkan seperti melihat hal yang sangat indah dan perasaannya pun bahagia sekali.

Lirik Lagu Manuk Dadali beserta bahasa indonesia

Lagu "Manuk Dadali" adalah sebuah lagu berbahasa sunda ciptaan Sambas Mangundikarta, seorang jurnalis dan seniman yang lahir di Bandung 21 September 1926. Tembang tersebut sempat populer di tahun 1962 dengan memuncaki tangga lagu-lagu baru di RRI Bandung yang saat itu merupakan “raja” di dunia broadcast tatar parahyangan. Lagu ini menceritakan seekor Manuk (burung) Dadali yang di artikan sebagai burung Garuda yang dilukiskan sebagai burung yang gagah perkasa. Lagu Manuk Dadali memuat syair lagu yang bernafaskan Nasionalisme, selain itu, lagu ini juga sangat enak didengar.

berikut lirik lagu MANUK DADALI,


Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang

Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang

Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk

Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk


Saha anu bisa nyusul kana tandangna

Tandang jeung pertentang taya bandingannana

Dipikagimir dipikaserab ku sasama

Taya karempan kasieun leber wawanenna


Reff :

Manuk dadali manuk panggagahna

Perlambang sakti Indonesia Jaya

Manuk dadali pangkakoncarana

Resep ngahiji rukun sakabehna


Hirup sauyunan tara pahiri-hiri

Silih pikanyaah teu inggis bela pati

Manuk dadali ngandung siloka sinatria

Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia


berikut juga terjemahan lirik Manuk dadali dalam bahasa indonesianya:

Terbang melesat tinggi, jauh di langit
Merentang sayapnya, tegak tanpa ragu
Kukunya panjang dan paruhnya melengkung
Menyongsong langit dengan cepat terbangnya

Siapa yang bisa menyaingi keberaniannya
Gagah perkasa tanpa tandingan
Dihormati dan disegani oleh sesama
Tanpa ragu tanpa takut, besar nyalinya

Reff :
Burung garuda, burung paling gagah
Lambang sakti Indonesia jaya
Burung garuda, yang paling tersohor
Senang bersatu, rukun semuanya

Hidup sejalan tanpa saling iri
Saling menyayangi, tak sungkan membela
Burung garuda adalah lambang kesatriaan
Untuk seluruh bangsa di negara Indonesia